Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 30 Juli 2026 - 05:46 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Jatim Kita– Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) bersama Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBH NU) Kabupaten Sumenep kembali mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep agar segera merealisasikan komitmen penertiban terhadap sejumlah tempat hiburan malam (THM) yang dinilai menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Desakan tersebut muncul lantaran hingga hampir satu bulan pasca-audiensi dengan pemerintah daerah, belum terlihat adanya langkah konkret sebagaimana yang sebelumnya dijanjikan.

Baca Juga :  Roti Berjamur dan Apel Busuk Lolos Terealisasi, Kepala SPPG Jambu dan Food Handler Harus Bertanggungjawab 

Sebagai bentuk keseriusan, kedua lembaga tersebut telah melayangkan surat resmi kepada Pemkab Sumenep pada 28 Juli 2026. Surat itu berisi permohonan penjelasan mengenai tindak lanjut hasil audiensi sekaligus dorongan agar pemerintah segera mengambil tindakan sesuai kewenangannya. Apabila tidak ada perkembangan yang jelas, Lakpesdam NU dan LPBH NU menyatakan siap menggelar aksi penyampaian pendapat di muka umum.

Ketua Lakpesdam NU Sumenep, Siswadi, menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari audiensi yang sebelumnya diterima oleh Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Baca Juga :  Diduga Menyalahi Aturan, Aktivis Desak BGN Tindak Tegas SPPG Saronggi Sesuai Aturan 

Menurutnya, audiensi tersebut dilandasi amanah para kiai Nahdlatul Ulama sekaligus aspirasi masyarakat yang menginginkan adanya penertiban terhadap aktivitas hiburan malam yang diduga melanggar ketentuan.

“Kami datang bukan membawa kepentingan pribadi, melainkan amanah para kiai NU dan suara masyarakat. Persoalan ini sudah menjadi perhatian publik sehingga pemerintah perlu memberikan respons yang nyata,” ujarnya.

Berita Terkait

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu
Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan
Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional
BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG
SPPG Tanjungjaya Disorot! Limbah Busuk Diduga Cemari Permukiman, Warga Desak Pemerintah Segera Bertindak
Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman
Diduga Gadaikan Mobil Masih Kredit, Seorang Perempuan Dilaporkan ke Polres Garut
Kasus Pemukulan Pria Asal Lenteng Naik Penyidikan, Polisi Kantongi Dua Alat Bukti ‎

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:54 WIB

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu

Rabu, 9 September 2026 - 12:45 WIB

Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan

Kamis, 30 Juli 2026 - 05:46 WIB

Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:14 WIB

Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:35 WIB

BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG

Berita Terbaru