Kasus Pemukulan Pria Asal Lenteng Naik Penyidikan, Polisi Kantongi Dua Alat Bukti ‎

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:42 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Jatim Kita – Kasus dugaan pemukulan terhadap seorang duda bernama Hamdi, warga Desa Meddelan, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, resmi naik ke tahap penyidikan setelah sebelumnya ditangani dalam tahap penyelidikan.

‎Kanit Reskrim Polsek Lenteng, Bripka A. Andrianto, mengungkapkan bahwa peningkatan status perkara dilakukan setelah penyidik mengantongi dua alat bukti yang dinilai cukup, termasuk hasil visum korban yang menguatkan adanya unsur tindak pidana.

Baca Juga :  Pengedar Sabu Beserta Puluhan Poket Berhasil Diamankan Satresnarkoba Polres Sumenep

‎“Iya mas, kasusnya sudah naik sidik,” ujarnya, Kamis (7/5/2026).

‎Ia menjelaskan, selama proses penyelidikan, sejumlah saksi memberikan keterangan yang mengarah pada dugaan tindak pemukulan terhadap Hamdi. Selain itu, hasil visum juga memperkuat dugaan tersebut.

‎“Untuk hasil visumnya juga sudah jelas bahwa Hamdi mengalami luka,” katanya.

‎Diketahui, Hamdi yang merupakan warga Desa Meddelan mengaku menjadi korban pemukulan yang diduga dilakukan oleh seorang pria bernama Hodri, warga Desa Gelugur, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep.

Baca Juga :  Menu Bermasalah Terungkap, Kepala SPPG Jambu Tak Mampu Paparkan Sertifikasi Dapur

‎Menurut pengakuan korban, peristiwa tersebut terjadi di pinggir jalan raya Desa Daramista, Kecamatan Lenteng, pada Minggu malam (22/3/2026) sekitar pukul 21.30 WIB. Akibat kejadian itu, Hamdi mengalami luka di bagian pelipis mata yang diduga akibat pukulan.

Berita Terkait

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu
Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan
Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian
Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional
BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG
SPPG Tanjungjaya Disorot! Limbah Busuk Diduga Cemari Permukiman, Warga Desak Pemerintah Segera Bertindak
Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman
Diduga Gadaikan Mobil Masih Kredit, Seorang Perempuan Dilaporkan ke Polres Garut

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:54 WIB

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu

Rabu, 9 September 2026 - 12:45 WIB

Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan

Kamis, 30 Juli 2026 - 05:46 WIB

Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:14 WIB

Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:35 WIB

BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG

Berita Terbaru