Fakta dari Camat dan Wali Murid Menguat, SPPG Syita Ananta dan Kepala Sekolah Dipertanyakan Publik

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 14 April 2026 - 21:48 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Jatim Kita – Persoalan kualitas menu dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, kini memasuki fase yang jauh lebih serius dan mengkhawatirkan. Dugaan makanan basi dan berbau yang didistribusikan oleh SPPG Syita Ananta Talang, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, tidak lagi berhenti pada keluhan lisan, tetapi telah berujung pada dampak kesehatan nyata yang dialami siswa.

Kasus ini tidak hanya memicu kegelisahan, tetapi juga kemarahan terbuka dari para wali murid. Mereka menilai bahwa persoalan kualitas makanan dalam program MBG bukan kejadian insidental, melainkan indikasi masalah yang sudah berlangsung berulang kali tanpa adanya perbaikan yang signifikan.

Baca Juga :  Tanah Warisan 50 Hektare di Kalipare Masuk Proses Hukum Usai Penandatanganan Ahli Waris

Sejumlah orang tua bahkan menilai ada unsur pembiaran dalam distribusi makanan yang diduga tidak layak konsumsi. Situasi ini dinilai semakin memperburuk kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan program MBG di tingkat lapangan.

Fajar, salah satu wali murid SDN Juluk II, secara tegas membenarkan adanya kejadian siswa yang mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi menu MBG.

“Memang benar kemarin ada siswa keracunan di SDN Juluk II. Kenapa saya tahu, karena sekolah itu adalah sekolah anak saya,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).

Baca Juga :  Keluarga Pasien Meninggal di Puskesmas Bluto Walk Out dari Audiensi, Tuntut Pemecatan Kapus

Ia menegaskan bahwa kejadian tersebut bukan yang pertama, melainkan sudah terjadi berulang kali dan terus berulang tanpa solusi nyata.

“Ini bukan kejadian yang pertama. Ini sudah yang kesekian kalinya. Pernah ada menu yang tidak layak konsumsi, ada ulatnya dan bahkan busuk. Saya sebagai orang tua tidak terima anak kami diberikan makanan yang mengancam kesehatannya,” tegasnya.

Berita Terkait

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu
Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan
Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian
Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional
BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG
SPPG Tanjungjaya Disorot! Limbah Busuk Diduga Cemari Permukiman, Warga Desak Pemerintah Segera Bertindak
Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman
Diduga Gadaikan Mobil Masih Kredit, Seorang Perempuan Dilaporkan ke Polres Garut

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:54 WIB

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu

Rabu, 9 September 2026 - 12:45 WIB

Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan

Kamis, 30 Juli 2026 - 05:46 WIB

Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:14 WIB

Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:35 WIB

BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG

Berita Terbaru