GARUT, Jatim Kita – Aroma busuk menyengat dan serbuan lalat hijau yang diduga berasal dari limbah Dapur SPPG Tanjungjaya di Kampung Cinta Asih, Desa Tanjungjaya, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, memicu keresahan warga. Persoalan ini kini menjadi sorotan karena diduga berkaitan dengan pelanggaran terhadap SK Nomor 401.1 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Tahun 2026 serta ketentuan lingkungan hidup.
Warga menilai pengelolaan limbah dapur MBG/SPPG di bawah naungan Yayasan Antassalam itu tidak berjalan maksimal. Bau menyengat disebut muncul hampir setiap hari, sementara lalat hijau mulai menyerbu rumah-rumah warga di sekitar lokasi dapur. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran serius terhadap dampak kesehatan, terutama bagi anak-anak dan lansia.
Salah seorang warga berinisial IM mengaku keluarganya merasa sangat terganggu dengan kondisi tersebut. Ia khawatir bau limbah dan lingkungan yang tidak higienis dapat berdampak buruk terhadap kesehatan anaknya yang masih kecil.
“Kaleresan abdi gaduh murangkalih alit, ngaganggu kana kasehatan na utamina pernafasan,” ujar IM kepada wartawan.
Menurut warga, keluhan mengenai bau busuk dan banyaknya lalat sebenarnya sudah beberapa kali disampaikan kepada pihak pengelola dapur SPPG. Namun hingga kini masyarakat menilai belum ada langkah konkret yang benar-benar mampu mengatasi persoalan tersebut.
Padahal, dalam SK Nomor 401.1 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis MBG 2026 ditegaskan bahwa setiap SPPG wajib menerapkan standar kebersihan, sanitasi, keamanan pangan, dan pengelolaan limbah secara ketat agar tidak menimbulkan pencemaran lingkungan maupun gangguan kesehatan masyarakat sekitar.
Penulis : Rasya
Editor : Mufti che
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya









