Perdana di Madura, Sumenep Terapkan Metode Tanam Padi PM-AAS, Target Produktivitas Tembus 10 Ton per Hektare

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:36 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

‎SUMENEP, Jatim Kita – Kabupaten Sumenep kembali mencatatkan langkah baru dalam sektor pertanian. Untuk pertama kalinya di Pulau Madura, metode Pertanian Modern–Advance Agricultural System (PM-AAS) diterapkan dalam budidaya padi sebagai upaya meningkatkan produktivitas hasil panen hingga mencapai 10 ton per hektare.

‎Penanaman perdana metode PM-AAS dilaksanakan pada Rabu (15/7/2026) di lahan seluas 0,5 hektare milik Kelompok Tani Mekarsari, Desa Nyapar, Kecamatan Dasuk. Kegiatan tersebut dipimpin Koordinator Tim Kerja (Katimker) Penyuluh Pertanian Kabupaten Sumenep bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Dasuk dan anggota kelompok tani setempat.

Baca Juga :  BPRS Bhakti Sumekar Perkuat UMKM Pasar Lewat Pembiayaan Berani Mekar

‎Penerapan PM-AAS merupakan bagian dari inovasi yang diperkenalkan Kementerian Pertanian Republik Indonesia untuk menjawab tantangan peningkatan kebutuhan pangan nasional. Jika sistem budidaya konvensional rata-rata menghasilkan 6–7 ton gabah per hektare, metode ini ditargetkan mampu meningkatkan produktivitas hingga sekitar 10 ton per hektare.

‎Pada tahap awal, petani menggunakan varietas Inpari 49, yang memiliki umur panen sekitar 112 hari setelah semai, tahan rebah, tahan terhadap serangan wereng batang cokelat, serta menghasilkan beras dengan tekstur pulen.

Baca Juga :  Wabup Sumenep: MEC Bukan Sekadar Karnaval, Tapi Wadah Menjaga Budaya Madura

‎Ketua Kelompok Tani Mekarsari, Syaiful Bahri, mengatakan metode PM-AAS memberikan efisiensi baik dari sisi biaya maupun waktu pelaksanaan tanam.

‎”Metode ini lebih hemat biaya dibandingkan sistem tanam biasa. Proses penanamannya juga jauh lebih cepat karena dapat diselesaikan hanya dalam hitungan menit,” ujarnya.

Berita Terkait

IWO Sumenep Ajak Wartawan dan Mahasiswa Jaga Etika di Tengah Pesatnya Perkembangan AI
Dari Prosesi Arya Wiraraja hingga Musik Tong-Tong, Sumenep Teguhkan Identitas Budaya di KEN 2026
Bupati Fauzi Tekankan Pentingnya Sinergi Pemkab dan DPRD untuk Kemajuan Sumenep
Doakan Sumenep Makin Sejahtera, Bupati Ajak ASN hingga Pemerintah Desa Baca Surat Al-Waqi’ah
Pemkab Sumenep Rencanakan Anggaran Pilkada 2029 Sebesar Rp 75 Miliyar
Bupati Fauzi Terbitkan Surat Edaran Jelang Festival Tong-Tong KEN 2026
Peringati Hari Santri Nasional 2026, Pemkab Sumenep Wajibkan ASN Berbusana Santri
Program GEMILANG SKK Migas–KEI di Pagerungan Tuai Apresiasi, Guru Kepulauan Didorong Tingkatkan Kompetensi

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:57 WIB

IWO Sumenep Ajak Wartawan dan Mahasiswa Jaga Etika di Tengah Pesatnya Perkembangan AI

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:41 WIB

Bupati Fauzi Tekankan Pentingnya Sinergi Pemkab dan DPRD untuk Kemajuan Sumenep

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:18 WIB

Doakan Sumenep Makin Sejahtera, Bupati Ajak ASN hingga Pemerintah Desa Baca Surat Al-Waqi’ah

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:29 WIB

Pemkab Sumenep Rencanakan Anggaran Pilkada 2029 Sebesar Rp 75 Miliyar

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Bupati Fauzi Terbitkan Surat Edaran Jelang Festival Tong-Tong KEN 2026

Berita Terbaru