SUMENEP, Jatim Kita – Kabupaten Sumenep kembali mencatatkan langkah baru dalam sektor pertanian. Untuk pertama kalinya di Pulau Madura, metode Pertanian Modern–Advance Agricultural System (PM-AAS) diterapkan dalam budidaya padi sebagai upaya meningkatkan produktivitas hasil panen hingga mencapai 10 ton per hektare.
Penanaman perdana metode PM-AAS dilaksanakan pada Rabu (15/7/2026) di lahan seluas 0,5 hektare milik Kelompok Tani Mekarsari, Desa Nyapar, Kecamatan Dasuk. Kegiatan tersebut dipimpin Koordinator Tim Kerja (Katimker) Penyuluh Pertanian Kabupaten Sumenep bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Dasuk dan anggota kelompok tani setempat.
Penerapan PM-AAS merupakan bagian dari inovasi yang diperkenalkan Kementerian Pertanian Republik Indonesia untuk menjawab tantangan peningkatan kebutuhan pangan nasional. Jika sistem budidaya konvensional rata-rata menghasilkan 6–7 ton gabah per hektare, metode ini ditargetkan mampu meningkatkan produktivitas hingga sekitar 10 ton per hektare.
Pada tahap awal, petani menggunakan varietas Inpari 49, yang memiliki umur panen sekitar 112 hari setelah semai, tahan rebah, tahan terhadap serangan wereng batang cokelat, serta menghasilkan beras dengan tekstur pulen.
Ketua Kelompok Tani Mekarsari, Syaiful Bahri, mengatakan metode PM-AAS memberikan efisiensi baik dari sisi biaya maupun waktu pelaksanaan tanam.
”Metode ini lebih hemat biaya dibandingkan sistem tanam biasa. Proses penanamannya juga jauh lebih cepat karena dapat diselesaikan hanya dalam hitungan menit,” ujarnya.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya









