Perdana di Madura, Sumenep Terapkan Metode Tanam Padi PM-AAS, Target Produktivitas Tembus 10 Ton per Hektare

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:36 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

‎Meski menawarkan berbagai keunggulan, penerapan PM-AAS juga menghadirkan tantangan. Penggunaan air yang lebih efisien berpotensi meningkatkan pertumbuhan gulma, sementara penanaman yang tidak dilakukan secara serempak dapat meningkatkan risiko serangan hama dan penyakit tanaman.

‎Koordinator Tim Kerja Penyuluh Pertanian Kabupaten Sumenep, Dewo Ringgih, SP., MP., menegaskan bahwa keberhasilan PM-AAS tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pendampingan intensif kepada petani.

‎”PPL bersama Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) akan melakukan pengawalan secara berkelanjutan, termasuk menyiapkan strategi pengendalian gulma dan hama melalui penggunaan herbisida, pestisida, insektisida, serta rodentisida yang tepat sasaran,” ujarnya.

Baca Juga :  Kabel WiFi Melintang di Jalan, Warga Jadi Korban: Polsek Rubaru Diminta Usut!

‎Sementara itu, Koordinator PPL Kecamatan Dasuk, Irawan Budiantoro, memastikan seluruh jajaran penyuluh siap mendampingi petani sejak awal hingga masa panen.

‎”Kami akan memastikan kebutuhan petani terpenuhi, mulai dari benih berkualitas, peralatan pertanian, pupuk, hingga sarana produksi lainnya agar penerapan PM-AAS berjalan optimal dan memberikan hasil sesuai target,” katanya.

Baca Juga :  Pamflet Aksi Damai Dukung Program MBG di Pamekasan Beredar, Klaim Libatkan 7.008 Massa

‎Metode PM-AAS sendiri mengusung konsep pertanian modern berbasis efisiensi dan mekanisasi. Sistem ini menggunakan metode tanam benih langsung (tabela) dengan jarak tanam rapat sekitar 3–6 sentimeter dalam satu barisan. Selain itu, PM-AAS mengoptimalkan penggunaan air, pemupukan berimbang, pengendalian hama sesuai fase tanaman, serta memanfaatkan alat dan mesin pertanian mulai dari pengolahan lahan, penanaman menggunakan drum seeder, hingga panen dengan combine harvester.

Berita Terkait

IWO Sumenep Ajak Wartawan dan Mahasiswa Jaga Etika di Tengah Pesatnya Perkembangan AI
Dari Prosesi Arya Wiraraja hingga Musik Tong-Tong, Sumenep Teguhkan Identitas Budaya di KEN 2026
Bupati Fauzi Tekankan Pentingnya Sinergi Pemkab dan DPRD untuk Kemajuan Sumenep
Doakan Sumenep Makin Sejahtera, Bupati Ajak ASN hingga Pemerintah Desa Baca Surat Al-Waqi’ah
Pemkab Sumenep Rencanakan Anggaran Pilkada 2029 Sebesar Rp 75 Miliyar
Bupati Fauzi Terbitkan Surat Edaran Jelang Festival Tong-Tong KEN 2026
Peringati Hari Santri Nasional 2026, Pemkab Sumenep Wajibkan ASN Berbusana Santri
Program GEMILANG SKK Migas–KEI di Pagerungan Tuai Apresiasi, Guru Kepulauan Didorong Tingkatkan Kompetensi

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:57 WIB

IWO Sumenep Ajak Wartawan dan Mahasiswa Jaga Etika di Tengah Pesatnya Perkembangan AI

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:41 WIB

Bupati Fauzi Tekankan Pentingnya Sinergi Pemkab dan DPRD untuk Kemajuan Sumenep

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:18 WIB

Doakan Sumenep Makin Sejahtera, Bupati Ajak ASN hingga Pemerintah Desa Baca Surat Al-Waqi’ah

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:29 WIB

Pemkab Sumenep Rencanakan Anggaran Pilkada 2029 Sebesar Rp 75 Miliyar

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Bupati Fauzi Terbitkan Surat Edaran Jelang Festival Tong-Tong KEN 2026

Berita Terbaru