Jelang Panen Tembakau 2026, Pemkab Sumenep Naikkan Titik Impas Harga demi Lindungi Petani

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 30 Juli 2026 - 05:41 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Jatim Kita – Menjelang musim panen tembakau tahun 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mengambil langkah strategis dengan menaikkan Titik Impas Harga Tembakau (TIHT) untuk seluruh jenis tembakau. Kebijakan tersebut diharapkan mampu memberikan perlindungan terhadap pendapatan petani sekaligus memperkuat posisi tawar mereka dalam menghadapi pasar.

Penetapan TIHT itu merupakan hasil kesepakatan dalam rapat koordinasi lintas sektor yang digelar di Ruang Rapat Lantai II Kantor Bupati Sumenep, Kamis (30/7/2026). Pertemuan tersebut melibatkan pemerintah daerah, perwakilan petani, pelaku usaha, pabrikan rokok, serta berbagai pemangku kepentingan yang berkaitan dengan tata niaga tembakau.

Baca Juga :  Tembakau Petani Madura Mulai Diburu, Aba H. Mu’min Targetkan Serapan 1.000 Ton

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan bahwa penetapan TIHT bukan sekadar agenda rutin yang dilakukan setiap menjelang panen. Lebih dari itu, kebijakan tersebut merupakan bentuk keberpihakan pemerintah daerah dalam memberikan kepastian harga yang layak bagi petani sebagai pelaku utama sektor pertanian tembakau.

“Petani tembakau memiliki kontribusi yang sangat besar terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sumenep. Karena itu, pemerintah berkewajiban menghadirkan kepastian melalui penetapan titik impas harga agar petani memiliki acuan yang jelas dalam melakukan transaksi jual beli,” ujar Bupati.

Baca Juga :  Pemkab Sumenep Salurkan BLT DBHCHT 2026 kepada 2.600 Buruh Tembakau dan Pekerja Pabrik Rokok

Menurut Fauzi, prospek usaha tembakau di Kabupaten Sumenep pada musim tanam tahun ini cukup menjanjikan. Luas areal tanam diperkirakan mencapai sekitar 12 ribu hektare, atau lebih rendah dibandingkan musim-musim sebelumnya. Namun demikian, kebutuhan bahan baku industri rokok diprediksi masih tetap tinggi.

Berita Terkait

Masyarakat Antre Panjang, Pengencer Diduga Dipermudah! Pertamina Diminta Bongkar Dugaan Permainan Pertalite di SPBU 54.694.03
Den Haag Hadir, Perkenalkan Cita Rasa Rokok Lokal Berkualitas
Perbankan di Sumenep Didorong Perkuat Modal Usaha dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Musim Panen Tiba, Sulaisi Serukan Perusahaan Besar Buka Pasar Tembakau Madura
Musim Panen Dimulai, Haswal Group Serap Tembakau Petani Sumenep
Tembakau Petani Madura Mulai Diburu, Aba H. Mu’min Targetkan Serapan 1.000 Ton
Pemkab Sumenep Salurkan BLT DBHCHT 2026 kepada 2.600 Buruh Tembakau dan Pekerja Pabrik Rokok
Perkuat Ekonomi Daerah, PPR Sumenep Minta Industri Rokok Maksimalkan Pembelian Tembakau Lokal

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 23:08 WIB

Masyarakat Antre Panjang, Pengencer Diduga Dipermudah! Pertamina Diminta Bongkar Dugaan Permainan Pertalite di SPBU 54.694.03

Jumat, 28 Agustus 2026 - 12:35 WIB

Den Haag Hadir, Perkenalkan Cita Rasa Rokok Lokal Berkualitas

Rabu, 26 Agustus 2026 - 23:53 WIB

Perbankan di Sumenep Didorong Perkuat Modal Usaha dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Selasa, 25 Agustus 2026 - 22:59 WIB

Musim Panen Tiba, Sulaisi Serukan Perusahaan Besar Buka Pasar Tembakau Madura

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:25 WIB

Musim Panen Dimulai, Haswal Group Serap Tembakau Petani Sumenep

Berita Terbaru