BPRS Bhakti Sumekar Perkuat Inklusi Keuangan Syariah Lewat Talk Show di Keraton Sumenep

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 14 April 2026 - 14:09 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Jatim Kita – BPRS Bhakti Sumekar terus mendorong penguatan inklusi keuangan syariah sebagai langkah strategis untuk meningkatkan literasi, memperluas akses layanan, serta membangun kepercayaan masyarakat terhadap lembaga keuangan berbasis syariah.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan talk show yang digelar di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa (14/4/2026). Acara ini menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan praktisi dan regulator, di antaranya Farid Azhar Nasution dari Lembaga Penjamin Simpanan, serta Dimas Yuliharo dan Wahyu Puspitaningrum.

Baca Juga :  Pemkab Sumenep Salurkan BLT DBHCHT 2026 kepada 2.600 Buruh Tembakau dan Pekerja Pabrik Rokok

Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar menjadi forum diskusi, melainkan bagian dari upaya membangun kepercayaan publik, khususnya di tengah proses pemulihan ekonomi.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkuat pemahaman masyarakat sekaligus menumbuhkan kepercayaan terhadap BPRS sebagai lembaga keuangan syariah yang aman, inklusif, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa prinsip ekonomi syariah sejatinya telah lama hidup dalam praktik keseharian masyarakat, terutama melalui pola kerja sama berbasis bagi hasil.

Baca Juga :  Soal Miras dan Dampak Sosial, Ulama Dorong DPRD Sumenep Menindak Tegas Tempat Hiburan Malam

“Nilai-nilai syariah bukan hal baru. Praktik bagi hasil telah lama diterapkan masyarakat, khususnya di sektor pertanian dan peternakan. Hal ini menunjukkan bahwa ekonomi syariah memiliki akar kuat dalam budaya lokal,” jelasnya.

Lebih lanjut, Hairil Fajar menilai sistem ekonomi syariah menawarkan pendekatan yang lebih berimbang dalam merespons dinamika ekonomi global.

Berita Terkait

Masyarakat Antre Panjang, Pengencer Diduga Dipermudah! Pertamina Diminta Bongkar Dugaan Permainan Pertalite di SPBU 54.694.03
Den Haag Hadir, Perkenalkan Cita Rasa Rokok Lokal Berkualitas
Perbankan di Sumenep Didorong Perkuat Modal Usaha dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Musim Panen Tiba, Sulaisi Serukan Perusahaan Besar Buka Pasar Tembakau Madura
Musim Panen Dimulai, Haswal Group Serap Tembakau Petani Sumenep
Tembakau Petani Madura Mulai Diburu, Aba H. Mu’min Targetkan Serapan 1.000 Ton
Jelang Panen Tembakau 2026, Pemkab Sumenep Naikkan Titik Impas Harga demi Lindungi Petani
Pemkab Sumenep Salurkan BLT DBHCHT 2026 kepada 2.600 Buruh Tembakau dan Pekerja Pabrik Rokok

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 23:08 WIB

Masyarakat Antre Panjang, Pengencer Diduga Dipermudah! Pertamina Diminta Bongkar Dugaan Permainan Pertalite di SPBU 54.694.03

Jumat, 28 Agustus 2026 - 12:35 WIB

Den Haag Hadir, Perkenalkan Cita Rasa Rokok Lokal Berkualitas

Rabu, 26 Agustus 2026 - 23:53 WIB

Perbankan di Sumenep Didorong Perkuat Modal Usaha dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Selasa, 25 Agustus 2026 - 22:59 WIB

Musim Panen Tiba, Sulaisi Serukan Perusahaan Besar Buka Pasar Tembakau Madura

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:25 WIB

Musim Panen Dimulai, Haswal Group Serap Tembakau Petani Sumenep

Berita Terbaru