Tembakau Petani Madura Mulai Diburu, Aba H. Mu’min Targetkan Serapan 1.000 Ton

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:26 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Jatim Kita – Upaya memperkuat serapan hasil panen tembakau petani Madura kembali dilakukan pengusaha tembakau lokal Sumenep, Aba H. Mu’min. Memasuki musim panen 2026, gudang miliknya di Desa Daramista, Kecamatan Lenteng, mulai melakukan pembelian perdana pada Sabtu (22/8/2026).

Tahun ini, Aba H. Mu’min menyiapkan target penyerapan hingga 1.000 ton tembakau, dengan cakupan pembelian tidak hanya dari Kabupaten Sumenep, tetapi juga sejumlah daerah lain di Pulau Madura.

“Rencana kita beli seribu ton,” kata Aba H. Mu’min saat ditemui di gudang pembelian tembakau Desa Daramista.

Baca Juga :  Industri Rokok Lokal di Madura Dorong Ekonomi Petani dan Serap Tenaga Kerja

Menurutnya, kemampuan pembelian tersebut didukung melalui skema konsorsium yang melibatkan sejumlah pihak sebagai penyedia modal. Di antaranya berasal dari kalangan guru dan pihak lainnya.

“Untuk pembelian ini modalnya konsorsium. Ada dari guru-guru dan macam-macam pihak. Jadi, dana ini tidak terfokus dari saya pribadi,” ujarnya.

Dari sisi harga, pembelian tembakau di gudang Daramista disesuaikan dengan kualitas daun serta karakteristik lahan tempat tembakau ditanam. Saat ini, harga berada pada rentang Rp50 ribu hingga Rp72 ribu per kilogram.

Baca Juga :  ‎Parade Teater Tutup Pekan Seni Madura X, Suguhkan Refleksi Lingkungan, Mimpi, dan Masa Depan Teknologi

Untuk tembakau yang berasal dari lahan sawah, harga berkisar Rp50 ribu sampai Rp60 ribu per kilogram. Sedangkan tembakau gunung dan tegal gunung dihargai sekitar Rp60 ribu hingga Rp72 ribu per kilogram, tergantung kualitas.

“Yang sawah dari Rp50 ribu sampai Rp60 ribu. Sementara tembakau gunung dan tegal dari Rp60 ribu sampai Rp72 ribu,” jelasnya.

Aba H. Mu’min mengatakan, penetapan harga tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga agar harga tembakau tetap kompetitif sekaligus memberikan penghargaan terhadap kualitas hasil panen petani.

Berita Terkait

Masyarakat Antre Panjang, Pengencer Diduga Dipermudah! Pertamina Diminta Bongkar Dugaan Permainan Pertalite di SPBU 54.694.03
Den Haag Hadir, Perkenalkan Cita Rasa Rokok Lokal Berkualitas
Perbankan di Sumenep Didorong Perkuat Modal Usaha dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Musim Panen Tiba, Sulaisi Serukan Perusahaan Besar Buka Pasar Tembakau Madura
Musim Panen Dimulai, Haswal Group Serap Tembakau Petani Sumenep
Jelang Panen Tembakau 2026, Pemkab Sumenep Naikkan Titik Impas Harga demi Lindungi Petani
Pemkab Sumenep Salurkan BLT DBHCHT 2026 kepada 2.600 Buruh Tembakau dan Pekerja Pabrik Rokok
Perkuat Ekonomi Daerah, PPR Sumenep Minta Industri Rokok Maksimalkan Pembelian Tembakau Lokal

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 23:08 WIB

Masyarakat Antre Panjang, Pengencer Diduga Dipermudah! Pertamina Diminta Bongkar Dugaan Permainan Pertalite di SPBU 54.694.03

Jumat, 28 Agustus 2026 - 12:35 WIB

Den Haag Hadir, Perkenalkan Cita Rasa Rokok Lokal Berkualitas

Rabu, 26 Agustus 2026 - 23:53 WIB

Perbankan di Sumenep Didorong Perkuat Modal Usaha dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Selasa, 25 Agustus 2026 - 22:59 WIB

Musim Panen Tiba, Sulaisi Serukan Perusahaan Besar Buka Pasar Tembakau Madura

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:25 WIB

Musim Panen Dimulai, Haswal Group Serap Tembakau Petani Sumenep

Berita Terbaru