Aba H. Mu’min berharap pembelian dapat terus berjalan selama stok tembakau petani masih tersedia dan memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.
Di sisi lain, ia turut mendorong perusahaan rokok berskala besar agar segera membuka pembelian tembakau. Menurutnya, semakin banyak pihak yang masuk menyerap hasil panen, semakin terbuka peluang bagi petani untuk mendapatkan pasar yang lebih luas.
“Teman-teman media bisa menanyakan kepada pabrik-pabrik besar kapan mereka buka. Tembakau kita sudah banyak, sudah banyak yang panen. Harus dibeli untuk penyerapan petani,” ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan berbagai pembeli sangat diperlukan untuk menjaga keseimbangan pasar sekaligus memastikan hasil panen petani Madura tidak menumpuk tanpa kepastian pembeli.
Dengan cakupan pembelian se-Madura, target serapan 1.000 ton, serta harga yang mencapai Rp72 ribu per kilogram untuk tembakau berkualitas, gudang Aba H. Mu’min di Daramista menjadi salah satu alternatif pasar bagi petani pada musim panen tembakau 2026.
Langkah tersebut sekaligus memperlihatkan peran pelaku usaha lokal dalam memperluas penyerapan hasil panen, khususnya di tengah belum dibukanya pembelian oleh sejumlah perusahaan rokok besar.










