Tembakau Petani Madura Mulai Diburu, Aba H. Mu’min Targetkan Serapan 1.000 Ton

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:26 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

“Kita itu cuma menstabilkan harga saja dari awal sampai akhir,” katanya.

Namun, di tengah berlangsungnya musim panen, ia meminta petani dan penebas tidak terburu-buru melakukan pemetikan. Menurutnya, tembakau yang dipanen sebelum mencapai tingkat kematangan optimal berpotensi memiliki bobot dan kualitas yang lebih rendah.

Ia mengingatkan petani agar memperhatikan kondisi daun sebelum dipetik, terlebih sejumlah perusahaan rokok besar disebut belum mulai melakukan pembelian.

“Jangan sampai dipetik muda. Karena pabrik besar seperti Sampoerna, Djarum, dan Gudang Garam sampai hari ini belum membeli. Jadi, untuk apa buru-buru petik muda yang nanti beratnya kurang dan sangat merugikan petani,” tegasnya.

Baca Juga :  Bantuan Handtraktor Poktan Surya Tani Diduga Raib, Warga: Tak Pernah Dipakai Sejak 2021

Selain tingkat kematangan, faktor cuaca juga dinilai berpengaruh terhadap mutu tembakau. Hujan yang terjadi saat masa panen maupun ketika proses pengolahan dapat memengaruhi kualitas dan berimbas pada harga jual.

Sementara itu, gudang Daramista membuka akses pembelian bagi petani dari seluruh wilayah Madura. Bahkan, pada pembelian perdana tersebut, tembakau dari Kabupaten Sampang telah masuk ke gudang.

Baca Juga :  Jelang Panen Tembakau 2026, Pemkab Sumenep Naikkan Titik Impas Harga demi Lindungi Petani

“Cakupan pembelian kita tembakau Madura. Jadi, bukan hanya Sumenep saja, tetapi se-Madura. Sekarang ada yang dari Kabupaten Sampang,” ungkapnya.

Dengan target serapan mencapai 1.000 ton, keberadaan gudang tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif pasar bagi petani ketika volume produksi mulai meningkat. Serapan yang luas juga dinilai dapat membantu menjaga pergerakan harga tembakau selama musim panen berlangsung.

Berita Terkait

Masyarakat Antre Panjang, Pengencer Diduga Dipermudah! Pertamina Diminta Bongkar Dugaan Permainan Pertalite di SPBU 54.694.03
Den Haag Hadir, Perkenalkan Cita Rasa Rokok Lokal Berkualitas
Perbankan di Sumenep Didorong Perkuat Modal Usaha dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Musim Panen Tiba, Sulaisi Serukan Perusahaan Besar Buka Pasar Tembakau Madura
Musim Panen Dimulai, Haswal Group Serap Tembakau Petani Sumenep
Jelang Panen Tembakau 2026, Pemkab Sumenep Naikkan Titik Impas Harga demi Lindungi Petani
Pemkab Sumenep Salurkan BLT DBHCHT 2026 kepada 2.600 Buruh Tembakau dan Pekerja Pabrik Rokok
Perkuat Ekonomi Daerah, PPR Sumenep Minta Industri Rokok Maksimalkan Pembelian Tembakau Lokal

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 23:08 WIB

Masyarakat Antre Panjang, Pengencer Diduga Dipermudah! Pertamina Diminta Bongkar Dugaan Permainan Pertalite di SPBU 54.694.03

Jumat, 28 Agustus 2026 - 12:35 WIB

Den Haag Hadir, Perkenalkan Cita Rasa Rokok Lokal Berkualitas

Rabu, 26 Agustus 2026 - 23:53 WIB

Perbankan di Sumenep Didorong Perkuat Modal Usaha dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Selasa, 25 Agustus 2026 - 22:59 WIB

Musim Panen Tiba, Sulaisi Serukan Perusahaan Besar Buka Pasar Tembakau Madura

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:25 WIB

Musim Panen Dimulai, Haswal Group Serap Tembakau Petani Sumenep

Berita Terbaru