“Kita itu cuma menstabilkan harga saja dari awal sampai akhir,” katanya.
Namun, di tengah berlangsungnya musim panen, ia meminta petani dan penebas tidak terburu-buru melakukan pemetikan. Menurutnya, tembakau yang dipanen sebelum mencapai tingkat kematangan optimal berpotensi memiliki bobot dan kualitas yang lebih rendah.
Ia mengingatkan petani agar memperhatikan kondisi daun sebelum dipetik, terlebih sejumlah perusahaan rokok besar disebut belum mulai melakukan pembelian.
“Jangan sampai dipetik muda. Karena pabrik besar seperti Sampoerna, Djarum, dan Gudang Garam sampai hari ini belum membeli. Jadi, untuk apa buru-buru petik muda yang nanti beratnya kurang dan sangat merugikan petani,” tegasnya.
Selain tingkat kematangan, faktor cuaca juga dinilai berpengaruh terhadap mutu tembakau. Hujan yang terjadi saat masa panen maupun ketika proses pengolahan dapat memengaruhi kualitas dan berimbas pada harga jual.
Sementara itu, gudang Daramista membuka akses pembelian bagi petani dari seluruh wilayah Madura. Bahkan, pada pembelian perdana tersebut, tembakau dari Kabupaten Sampang telah masuk ke gudang.
“Cakupan pembelian kita tembakau Madura. Jadi, bukan hanya Sumenep saja, tetapi se-Madura. Sekarang ada yang dari Kabupaten Sampang,” ungkapnya.
Dengan target serapan mencapai 1.000 ton, keberadaan gudang tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif pasar bagi petani ketika volume produksi mulai meningkat. Serapan yang luas juga dinilai dapat membantu menjaga pergerakan harga tembakau selama musim panen berlangsung.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya










