SUMENEP, Jatim Kita – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang semestinya menjadi asupan bergizi dan aman bagi anak sekolah justru kembali menuai sorotan.
Satu ompreng makanan MBG yang didistribusikan SPPG Kolor 1 Yayasan Nurul Islam Laok Jang Jang kepada siswa SDN II Paberasan, Kabupaten Sumenep, Kamis (8/10/2026), dilaporkan ditemukan ulat di dalam makanan.
Temuan tersebut membuat lingkungan sekolah heboh. Seorang siswa yang hendak menyantap makanan MBG melaporkan adanya ulat dalam ompreng yang diterimanya.
PIC SDN II Paberasan membenarkan kejadian tersebut setelah melakukan pengecekan terhadap makanan yang dibagikan.
”Tadi saya juga terkejut ada satu anak yang laporan kalau MBG-nya ada ulatnya. Dan jadi heboh satu sekolah,” ujar PIC SDN II Paberasan saat dikonfirmasi Jatim Kita, Kamis (8/10/2026).
Pihak sekolah kemudian melakukan pemeriksaan terhadap ompreng lainnya. Hasil pengecekan sementara, temuan ulat disebut hanya terdapat pada satu ompreng, sedangkan ompreng lainnya dinyatakan aman.
Meski hanya ditemukan pada satu ompreng, persoalan tersebut tidak seharusnya dianggap sebagai kejadian sepele.
Sebab, makanan tersebut diproduksi dan didistribusikan dalam rangka Program MBG yang memiliki standar tata kelola, keamanan pangan, kebersihan dan kualitas makanan yang wajib dipenuhi oleh SPPG.
Keputusan Kepala Badan Gizi Nasional Republik Indonesia Nomor 401.1 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Tata Kelola Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis Tahun Anggaran 2026 menjadi salah satu dasar penyelenggaraan program tersebut. Dokumen tersebut secara resmi berstatus berlaku.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya










