SUMENEP, Jatim Kita – Gelombang protes keras meledak dari wali murid dan guru terhadap menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan oleh SPPG Talang di bawah Yayasan Syita Ananta, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep. Keluhan ini kini berkembang menjadi tudingan serius: dugaan pelanggaran terhadap Petunjuk Teknis (Juknis) resmi pemerintah.
Sejumlah wali murid mengungkapkan bahwa anak-anak mereka menerima makanan dalam kondisi mencurigakan bakso berbau basi dan sayur yang mengeluarkan aroma tidak sedap.
“Anak saya bilang baksonya bau, tidak seperti biasanya. Bahkan tidak dimakan karena takut sakit perut,” ungkap salah satu wali murid dengan nada kesal, Sabtu (11/4/2026).
Wali murid dan guru kini secara terbuka menodong pihak SPPG Talang Yayasan Syita Ananta untuk memberikan penjelasan dan pertanggungjawaban.
“Ini bukan lagi soal rasa, ini soal kelayakan. Kalau makanan sudah bau tapi tetap dibagikan, berarti ada yang salah secara sistem. Ini bukan lalai, ini pelanggaran,” ujar wali murid dengan nada tinggi.
Fakta bahwa makanan diduga tidak layak konsumsi dinilai masuk kategori pelanggaran serius karena menyangkut keselamatan penerima manfaat.
“Jangan Jadikan Anak Kami Korban!, menu ini layaknya jadi pakan ayam” tegasnya.
Nada protes semakin keras. Wali murid menilai kondisi ini sudah tidak bisa ditoleransi.
“Jangan jadikan anak kami korban. Ini makanan untuk siswa, bukan untuk diuji coba. Kalau sudah bau, itu berbahaya,” tegas salah satu wali murid.
Keluhan tersebut diperkuat oleh guru yang menyaksikan langsung kondisi makanan sebelum dikonsumsi siswa.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya









