Menu Kering MBG SPPG Rubaru Disoal: Program Gizi Negara Terancam Jadi Formalitas Administratif

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 15 Desember 2025 - 13:51 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, Jatimkita.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejatinya dirancang sebagai intervensi strategis negara untuk menjamin pemenuhan gizi anak sekolah sekaligus investasi jangka panjang kualitas sumber daya manusia. Namun, ketika implementasi di lapangan justru menghadirkan menu kering berulang tanpa variasi, persoalan ini tak lagi soal selera, melainkan menyangkut keseriusan pelaksana dalam menerjemahkan mandat negara.

Pelaksanaan MBG oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Rubaru yang dikelola Yayasan Rumah Juang Garuda Emas menuai sorotan tajam. Paket makanan yang dibagikan kepada siswa selama tiga hari berturut-turut, yakni pada 15–17 Desember 2025, dinilai lebih menyerupai pembagian makanan ringan ketimbang sajian makan bergizi sebagaimana semangat awal program.

Baca Juga :  SPPG Desa Sentol Laok Resmi Kantongi SLHS, Jamin Kualitas dan Keamanan Menu MBG untuk Siswa

Dengan total anggaran Rp30.000 untuk tiga hari atau sekitar Rp10.000 per siswa per hari publik tentu memahami adanya keterbatasan biaya. Namun keterbatasan anggaran tidak serta-merta membenarkan pola menu yang minim variasi, miskin makanan segar, dan absen prinsip gizi seimbang. Jika standar minimal pemenuhan gizi pun tak tercapai, maka MBG berisiko tereduksi menjadi sekadar laporan administratif tanpa dampak nyata bagi kesehatan anak.

Lemahnya kontrol kualitas dan pengawasan pun patut dipertanyakan. Program nasional yang menyasar masa depan generasi bangsa semestinya tidak diserahkan sepenuhnya pada tafsir praktis di lapangan tanpa standar yang tegas, terukur, dan transparan.

Baca Juga :  Viral! Menu MBG Diduga Tidak Layak Konsumsi di Pragaan, Guru Sampaikan Protes Terbuka

Berdasarkan dokumentasi foto dan video yang beredar di kalangan wali murid, paket MBG yang diterima siswa selama tiga hari terdiri dari:

  • Biskuit Marie Regal: 3 bungkus
  • Biskuit Roma Malkist: 3 bungkus
  • Susu kotak Indomilk Kids: 3 kotak
  • Telur ayam rebus: 2 butir
  • Buah apel: 2 buah

Kondisi tersebut memicu kekecewaan dan kemarahan wali murid yang merasa hak gizi anak-anak mereka diabaikan. Kekhawatiran pun muncul, bahkan mengarah pada dugaan bahwa program ini hanya dijadikan ajang bisnis berkedok program sosial.

Berita Terkait

MBG Berulat di SDN II Paberasan, SPPG Kolor 1 Diduga Lalai Penuhi Standar Keamanan Pangan
RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Buka Poli Urologi, Peserta BPJS Kini Bisa Mendapatkan Layanan Spesialis
Kemerdekaan Bukan Sekadar Seremoni, RSUD Sumenep Prioritaskan Pelayanan Kesehatan Humanis
RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Jalani Survei Akreditasi KARS, Perkuat Komitmen Tingkatkan Mutu Pelayanan
Penelitian ACCESS Ungkap Efektivitas Program Makan Bergizi Gratis bagi Anak di Pamekasan
Dugaan Siswa Keracunan MBG SPPG Syita Ananta Disangkal Tanpa Rekam Medis, Puskesmas Saronggi Diserang Kritik
Menu MBG Bau Lolos ke Meja Siswa, SPPG Talang Yayasan Syita Ananta Didesak Bertanggung Jawab
Ramadhan Penuh Makna, Driver Ambulance dan Relawan Sumenep Bagikan 120 Takjil dan Gelar Buka Bersama 

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:57 WIB

MBG Berulat di SDN II Paberasan, SPPG Kolor 1 Diduga Lalai Penuhi Standar Keamanan Pangan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 15:10 WIB

RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Buka Poli Urologi, Peserta BPJS Kini Bisa Mendapatkan Layanan Spesialis

Senin, 17 Agustus 2026 - 16:31 WIB

Kemerdekaan Bukan Sekadar Seremoni, RSUD Sumenep Prioritaskan Pelayanan Kesehatan Humanis

Selasa, 28 Juli 2026 - 06:07 WIB

RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Jalani Survei Akreditasi KARS, Perkuat Komitmen Tingkatkan Mutu Pelayanan

Selasa, 19 Mei 2026 - 17:37 WIB

Penelitian ACCESS Ungkap Efektivitas Program Makan Bergizi Gratis bagi Anak di Pamekasan

Berita Terbaru