Menu Kering MBG SPPG Rubaru Disoal: Program Gizi Negara Terancam Jadi Formalitas Administratif

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 15 Desember 2025 - 13:51 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

“Kalau ini disebut makan bergizi, kami khawatir standar gizi sekarang sudah sangat turun. Ini lebih pantas disebut pembagian snack, bukan makan siang,” ujar salah satu wali murid dengan nada kesal, Senin (15/12/2025), yang enggan disebutkan identitasnya.

Ia menilai pelaksanaan MBG di Rubaru terkesan asal jalan dan jauh dari tujuan besar Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menjadikan MBG sebagai kebijakan strategis nasional untuk menjawab persoalan mendasar kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

“Negara sudah menyiapkan program bagus, tapi di bawah justru jadi formalitas. Anak-anak kami bukan tempat menghabiskan anggaran, mereka adalah masa depan yang harus dijaga gizinya,” tegasnya.

Baca Juga :  THM Mr. Ball Sumenep Kembali Disorot, Event DJ Tetap Digelar di Tengah Polemik

Kritik juga diarahkan pada aspek legalitas dan kompetensi pelaksana, mulai dari keberadaan ahli gizi, chef, hingga food handler. Minimnya variasi menu selama tiga hari berturut-turut memperkuat kesan bahwa perencanaan gizi tidak disusun secara profesional.

“Tiga hari isinya hampir sama. Kalau begini caranya, lebih baik jujur saja bilang pembagian makanan ringan, jangan pakai embel-embel makan bergizi,” ujar wali murid lainnya.

Baca Juga :  Namanya Masuk dalam Daftar Dua Kasus, Publik Tantang Indra Wahyudi Angkat Bicara 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak SPPG Rubaru maupun pengelola yayasan terkait kritik dan protes para wali murid.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa program sebesar MBG tidak boleh direduksi menjadi rutinitas distribusi semata.

Tanpa pengawasan ketat dan komitmen pada kualitas gizi, program strategis negara berisiko kehilangan ruhnya dan gagal menjawab tujuan utama: melindungi kesehatan serta masa depan anak-anak Indonesia.

Berita Terkait

MBG Berulat di SDN II Paberasan, SPPG Kolor 1 Diduga Lalai Penuhi Standar Keamanan Pangan
RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Buka Poli Urologi, Peserta BPJS Kini Bisa Mendapatkan Layanan Spesialis
Kemerdekaan Bukan Sekadar Seremoni, RSUD Sumenep Prioritaskan Pelayanan Kesehatan Humanis
RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Jalani Survei Akreditasi KARS, Perkuat Komitmen Tingkatkan Mutu Pelayanan
Penelitian ACCESS Ungkap Efektivitas Program Makan Bergizi Gratis bagi Anak di Pamekasan
Dugaan Siswa Keracunan MBG SPPG Syita Ananta Disangkal Tanpa Rekam Medis, Puskesmas Saronggi Diserang Kritik
Menu MBG Bau Lolos ke Meja Siswa, SPPG Talang Yayasan Syita Ananta Didesak Bertanggung Jawab
Ramadhan Penuh Makna, Driver Ambulance dan Relawan Sumenep Bagikan 120 Takjil dan Gelar Buka Bersama 

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:57 WIB

MBG Berulat di SDN II Paberasan, SPPG Kolor 1 Diduga Lalai Penuhi Standar Keamanan Pangan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 15:10 WIB

RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Buka Poli Urologi, Peserta BPJS Kini Bisa Mendapatkan Layanan Spesialis

Senin, 17 Agustus 2026 - 16:31 WIB

Kemerdekaan Bukan Sekadar Seremoni, RSUD Sumenep Prioritaskan Pelayanan Kesehatan Humanis

Selasa, 28 Juli 2026 - 06:07 WIB

RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Jalani Survei Akreditasi KARS, Perkuat Komitmen Tingkatkan Mutu Pelayanan

Selasa, 19 Mei 2026 - 17:37 WIB

Penelitian ACCESS Ungkap Efektivitas Program Makan Bergizi Gratis bagi Anak di Pamekasan

Berita Terbaru