SUMENEP, Jatim Kita – Pelaksanaan Festival Musik Daul atau Musik Tong-Tong Kabupaten Sumenep 2026 menuai protes keras dari kalangan pelaku seni. Sorotan tajam mengarah pada proses penilaian, khususnya kategori dekorasi, setelah hasil penjurian yang telah dipublikasikan melalui YouTube dinilai memunculkan pertanyaan serius terkait kesesuaian antara angka penilaian dan peringkat peserta.
Persoalan tersebut disoroti Ali Baki Aman, salah seorang pelaku seni yang telah lama berkecimpung dalam dunia kesenian. Ia mengaku kecewa dan mempertanyakan profesionalitas panitia maupun dewan juri dalam mengelola, memverifikasi, serta mempublikasikan hasil penilaian festival.
Menurut Ali Baki Aman, ketika angka penilaian sudah diumumkan dan disebarluaskan melalui YouTube, publik tentu akan menganggap angka tersebut sebagai hasil resmi yang telah melalui proses pemeriksaan dan validasi.
“Angka itu keluar berarti sudah valid dan tidak bisa diganggu gugat untuk merubah itu. Kalau panitia betul-betul profesional, seharusnya mengecek dulu sebelum di YouTube,” tegas Ali Baki Aman.
Ia secara khusus menyoroti persoalan nilai kategori dekorasi Barong Ireng. Ali Baki Aman mempertanyakan bagaimana nilai yang menurutnya lebih tinggi dibandingkan sejumlah peserta yang masuk 10 besar justru tidak membuat Barong Ireng masuk dalam nominasi tersebut.
“Apakah nilai Barong Ireng memang tidak masuk kategori 10 besar, atau memang salah memasukkan angka atau peringkat sehingga Barong Ireng tidak masuk? Ini yang harus dijelaskan,” ujarnya.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya










