Diduga Salurkan MBG Tak Layak Konsumsi, Warga Marengan Daya Keluhkan Kinerja SPPG

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 30 Januari 2026 - 15:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Jatimkita.id – Seorang warga Desa Marengan Daya berinisial SA mengeluhkan kualitas menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan oleh SPPG Marengan Daya, Kecamatan Kota Sumenep, Kabupaten Sumenep. Dapur MBG tersebut yang berada di bawah naungan Yayasan Bakti Bunda Berkarya itu diduga menyalurkan makanan tidak layak konsumsi kepada penerima manfaat.

Keluhan tersebut mencuat pada Selasa, 26 Januari 2026, setelah wali murid yang menerima menu MBG berupa mie goreng dengan lauk ayam yang berbau tidak sedap dan diduga basi, serta buah salak yang dalam kondisi busuk. Kondisi ini disebut terjadi sejak sepekan terakhir SPPG Marengan Daya mulai beroperasi.

Baca Juga :  Live TikTok Relawan Bongkar Fakta di SPPG Lebeng Timur: Menu MBG Diletakkan di Lantai, Profesionalitas Kinerja dan Pengawasan Dipertanyakan

“Bau ayamnya menyengat dan tidak wajar untuk dikonsumsi. Buah salaknya juga busuk. Ini sangat mengkhawatirkan, apalagi program ini menyasar masyarakat yang seharusnya mendapatkan asupan sehat,” ujar SA kepada wartawan, Jumat (30/1/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

SA menilai penyaluran MBG tersebut mencederai tujuan utama program Presiden RI Prabowo Subianto, yakni meningkatkan asupan gizi masyarakat. Ia mendesak pihak pengelola melakukan evaluasi menyeluruh, mulai dari pengadaan bahan baku, proses pengolahan, hingga distribusi makanan.

Baca Juga :  Dari 89 SPPG, 13 Dilaporkan Cemari Lingkungan: DLH Sumenep Lakukan Inspeksi dan Penindakan

“Kalau makanan seperti ini tetap dibagikan, risikonya bukan hanya menurunkan kepercayaan warga, tapi juga membahayakan kesehatan penerima,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak SPPG Marengan Daya maupun Yayasan Bakti Bunda Berkarya belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. Warga berharap instansi terkait segera turun tangan melakukan pemeriksaan dan pengawasan ketat agar kejadian serupa tidak terulang.

Berita Terkait

Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman
Diduga Gadaikan Mobil Masih Kredit, Seorang Perempuan Dilaporkan ke Polres Garut
Kasus Pemukulan Pria Asal Lenteng Naik Penyidikan, Polisi Kantongi Dua Alat Bukti ‎
Pimpinan BMT-UGT Nusantara Cabang Gayam Memilih Bungkam atas Dugaan Sengketa Gadai Emas Rp200 Juta Jadi Sorotan
Kasus Gadai Emas di Gayam Masuk Tahap Krusial, Polisi Siapkan Gelar Perkara
Kasus Kades Pragaan Daya Terkait Dugaan Pengelolaan Dana Desa Bermasalah, Jadi Alarm Keras bagi Pemerintah Desa di Sumenep
Kerugian Negara Mencapai Rp500 Juta Lebih, Kejari Sumenep Tahan Kades Pragaan Daya Terkait Dugaan Korupsi
Fakta dari Camat dan Wali Murid Menguat, SPPG Syita Ananta dan Kepala Sekolah Dipertanyakan Publik

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:55 WIB

Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:02 WIB

Diduga Gadaikan Mobil Masih Kredit, Seorang Perempuan Dilaporkan ke Polres Garut

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:42 WIB

Kasus Pemukulan Pria Asal Lenteng Naik Penyidikan, Polisi Kantongi Dua Alat Bukti ‎

Selasa, 28 April 2026 - 22:27 WIB

Pimpinan BMT-UGT Nusantara Cabang Gayam Memilih Bungkam atas Dugaan Sengketa Gadai Emas Rp200 Juta Jadi Sorotan

Jumat, 24 April 2026 - 21:43 WIB

Kasus Gadai Emas di Gayam Masuk Tahap Krusial, Polisi Siapkan Gelar Perkara

Berita Terbaru