Live TikTok Relawan Bongkar Fakta di SPPG Lebeng Timur: Menu MBG Diletakkan di Lantai, Profesionalitas Kinerja dan Pengawasan Dipertanyakan

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 2 April 2026 - 19:26 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Jatimkita.id – Dugaan pelanggaran dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mencuat. Praktik tersebut terungkap saat siaran langsung (live) TikTok yang menunjukkan makanan MBG yang sudah dipacking justru diletakkan di lantai saat proses distribusi sebuah kondisi yang langsung menuai kritik publik.

Yang lebih mengejutkan, tindakan tersebut dibenarkan oleh pihak di lapangan. Dalam siaran live TikTok, pemilik akun @BULBUL62 menyampaikan alasan keterbatasan fasilitas.

“Mau ditaruh di mana kak, kalau mejanya tidak ada dan tempatnya sempit. Terpaksa ditaruh di lantai,” ujarnya saat live di ruang packing, Kamis (2/4/2026).

Baca Juga :  Kasus Kades Pragaan Daya Terkait Dugaan Pengelolaan Dana Desa Bermasalah, Jadi Alarm Keras bagi Pemerintah Desa di Sumenep

Namun, dalih tersebut justru mempertegas adanya persoalan serius dalam pelaksanaan MBG. Keterbatasan fasilitas tidak dapat dijadikan alasan untuk mengabaikan standar dasar yang telah diatur negara.

Dalam SK Nomor 401.1 Tahun 2025 tentang Juknis Tata Kelola MBG, ditegaskan bahwa seluruh proses pengelolaan makanan wajib memenuhi prinsip keamanan pangan dan higiene sanitasi, termasuk mencegah kontaminasi pada makanan yang akan dikonsumsi penerima manfaat .

Artinya, makanan meskipun sudah dikemas harus tetap ditempatkan pada media yang bersih dan higienis. Meletakkan makanan langsung di lantai jelas bertentangan dengan prinsip tersebut, karena lantai merupakan salah satu sumber kontaminasi paling dasar dan berpotensi membawa bakteri maupun kotoran yang tidak terlihat.

Baca Juga :  Ngaku Sesuai SOP ke Media, Kepala SPPG Legung Barat Akui Sertifikat Belum Lengkap

Juknis juga menegaskan bahwa SPPG bertanggung jawab penuh atas pengelolaan makanan secara menyeluruh, mulai dari pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi yang aman, layak, dan berkualitas. Jika makanan ditangani dengan cara yang berpotensi mencemari, maka standar tersebut tidak terpenuhi.

Berita Terkait

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu
Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan
Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian
Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional
BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG
SPPG Tanjungjaya Disorot! Limbah Busuk Diduga Cemari Permukiman, Warga Desak Pemerintah Segera Bertindak
Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman
Diduga Gadaikan Mobil Masih Kredit, Seorang Perempuan Dilaporkan ke Polres Garut

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:54 WIB

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu

Rabu, 9 September 2026 - 12:45 WIB

Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan

Kamis, 30 Juli 2026 - 05:46 WIB

Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:14 WIB

Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:35 WIB

BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG

Berita Terbaru