Live TikTok Relawan Bongkar Fakta di SPPG Lebeng Timur: Menu MBG Diletakkan di Lantai, Profesionalitas Kinerja dan Pengawasan Dipertanyakan

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 2 April 2026 - 19:26 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tak hanya itu, dalam live TikTok yang sama juga terlihat relawan melakukan siaran langsung menggunakan perangkat pribadi di area dapur dan ruang packing.

Praktik ini pun mendapat sorotan dari warganet. “Maff bang kok boleh live saat posisi kerja MBG. Aku dari Jayapura Papua,” tulis akun @MIA ABSOR.

Penggunaan perangkat pribadi di area pengolahan makanan juga tidak sejalan dengan prinsip higiene sanitasi dalam Juknis. Perangkat seperti ponsel berpotensi menjadi media kontaminasi, sehingga dalam praktik profesional seharusnya dibatasi dan ditempatkan di luar area produksi.

Baca Juga :  Diduga Tak Layak Konsumsi Menu MBG Realisasi SPPG Lebeng Timur Kembali Mengundang Amarah Wali Murid

Dua temuan ini makanan diletakkan di lantai dan penggunaan HP di ruang produksi saat live TikTok memperkuat dugaan lemahnya penerapan standar operasional di lapangan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala SPPG Lebeng Timur di bawah Yayasan Matlhabul Ulum, Nur Kholis, menyatakan akan mengambil langkah tegas terhadap relawan yang tidak profesional dalam bekerja.

“Siap mas saya akan memberi sanksi tegas,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui WhatsApp Messenger, Kamis (2/4/2026).

Namun saat disinggung lebih lanjut mengenai apakah praktik menaruh makanan MBG di lantai diperbolehkan atau tidak, pihaknya memilih bungkam dan tidak memberikan jawaban.

Baca Juga :  Dinilai Banyak Masalah, Kepala SPPG Pakamban Laok 2 Dinilai Lepas Tanggung Jawab

Sikap tersebut justru menambah tanda tanya besar. Sebab secara prinsip, praktik tersebut berpotensi menyebabkan kontaminasi dari hal-hal yang tidak diinginkan mulai dari debu, kotoran, hingga bakteri yang dapat membahayakan kesehatan siswa sebagai penerima manfaat.

Lebih dari sekadar pelanggaran teknis, kondisi ini menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara aturan yang telah ditetapkan dengan praktik nyata. Padahal, Juknis disusun untuk menjamin pelaksanaan program berjalan tertib, aman, efektif, dan akuntabel .

Berita Terkait

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu
Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan
Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian
Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional
BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG
SPPG Tanjungjaya Disorot! Limbah Busuk Diduga Cemari Permukiman, Warga Desak Pemerintah Segera Bertindak
Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman
Diduga Gadaikan Mobil Masih Kredit, Seorang Perempuan Dilaporkan ke Polres Garut

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:54 WIB

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu

Rabu, 9 September 2026 - 12:45 WIB

Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan

Kamis, 30 Juli 2026 - 05:46 WIB

Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:14 WIB

Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:35 WIB

BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG

Berita Terbaru