Dua Lembaga Pendidikan Bergerak, SPPG Batang-batang Daya Dilaporkan ke Satgas MBG Usai Sajikan Ratusan Menu Ayam Basi

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 9 April 2026 - 23:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Jatimkita.id – Dugaan persoalan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Batang-batang, Kabupaten Sumenep, kian mengemuka.

Isu terkait kualitas makanan yang diduga tidak layak konsumsi serta distribusi yang bermasalah kini resmi dilaporkan ke Satuan Tugas (Satgas) MBG setempat.

Laporan tersebut diajukan oleh dua lembaga pendidikan, yakni Yayasan Taklimus Shibyan dan MI Ar Rasyad, terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Batang-batang Daya yang berada di bawah naungan Yayasan Bakti Bunda Berjaya.

Kedua lembaga itu mendatangi Pemerintah Kabupaten Sumenep dengan didampingi Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Sumenep, Imam Mustain Ramli. Mereka meminta agar pemerintah daerah melalui Satgas MBG segera melakukan evaluasi dan mengambil langkah tegas atas dugaan yang terjadi.

Kepala MI Ar Rasyad Desa Kolpo, M. Saleh, mengungkapkan bahwa persoalan distribusi dan kualitas makanan bukan terjadi sekali, melainkan berulang tanpa adanya perbaikan signifikan dari pihak penyelenggara.

“Kami melaporkan secara resmi ke Satgas MBG Kabupaten Sumenep karena persoalan ini sudah berulang kali, Distribusi kerap tidak tepat waktu, dan kondisi makanan yang diterima siswa kami dinilai tidak layak konsumsi, Seperti Kemarin Menu yang disajikan Ayam nya Basi dan Bau, itu secara keseluruhan, ada ratusan Siswa menunya sama.” ujar Saleh saat ditemui Tim Media usai menyerahkan Laporannya ke Satgas MBG di Kantor Pemkab Sumenep, Kamis (9/4/2026).

Baca Juga :  SPPG Lenteng Timur 3 Diduga Terus Menerobos Aturan BGN, Kepala SPPI Korwil Sumenep Memilih Bungkam

Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak hanya mengganggu proses belajar, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko kesehatan bagi para siswa.

Berita Terkait

Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian
Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional
BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG
SPPG Tanjungjaya Disorot! Limbah Busuk Diduga Cemari Permukiman, Warga Desak Pemerintah Segera Bertindak
Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman
Diduga Gadaikan Mobil Masih Kredit, Seorang Perempuan Dilaporkan ke Polres Garut
Kasus Pemukulan Pria Asal Lenteng Naik Penyidikan, Polisi Kantongi Dua Alat Bukti ‎
Pimpinan BMT-UGT Nusantara Cabang Gayam Memilih Bungkam atas Dugaan Sengketa Gadai Emas Rp200 Juta Jadi Sorotan

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 05:46 WIB

Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:14 WIB

Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:35 WIB

BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG

Minggu, 24 Mei 2026 - 00:01 WIB

SPPG Tanjungjaya Disorot! Limbah Busuk Diduga Cemari Permukiman, Warga Desak Pemerintah Segera Bertindak

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:55 WIB

Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman

Berita Terbaru

Opini

Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib?

Senin, 3 Agu 2026 - 19:57 WIB