Menu MBG Bau Lolos ke Meja Siswa, SPPG Talang Yayasan Syita Ananta Didesak Bertanggung Jawab

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 11 April 2026 - 22:55 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

“Kami mencium sendiri bau tidak sedap dari sayur dan bakso. Ini bukan sekadar kurang enak, ini sudah tidak layak konsumsi,” tegas seorang guru.

Mereka juga mempertanyakan apakah pengelola SPPG memahami aturan yang telah ditetapkan pemerintah.

Jika mengacu pada SK Kepala Badan Gizi Nasional Nomor 401.1 Tahun 2025, setiap SPPG wajib menjamin mutu, keamanan pangan, higiene sanitasi, serta kelayakan makanan sebelum didistribusikan kepada penerima manfaat .

Dalam juknis tersebut juga ditegaskan bahwa: Pengelolaan makanan harus bebas dari cemaran yang membahayakan kesehatan. Proses produksi, penyimpanan, dan distribusi harus memenuhi standar keamanan pangan. SPPG wajib menjaga kualitas menu sesuai standar gizi dan kelayakan konsumsi.

Baca Juga :  SPPG Al-Azhar Dinilai Asal-asalan Menyajikan Menu, Guru Protes Tapi Tak Gubris 

Namun kondisi yang ditemukan di SPPG Talang justru menunjukkan indikasi pelanggaran terhadap prinsip-prinsip tersebut.

“Kalau makanan sudah berbau, itu jelas tidak memenuhi standar keamanan pangan. Artinya ini sudah bertentangan dengan juknis, bukan sekadar kekurangan teknis,” tegas salah satu guru.

Baca Juga :  UKM Sanggar Lentera Sabet Dua Penghargaan Ormawa Awards Dies Natalis ke-41 UPI Sumenep

Dalam ketentuan juknis MBG, pelanggaran terhadap standar operasional dapat berujung pada sanksi administratif hingga penghentian operasional.

SPPG dapat dikenai penghentian sementara (suspensi) apabila tidak memenuhi standar. Evaluasi dilakukan untuk menentukan kelanjutan operasional.

Dalam kondisi pelanggaran serius atau berulang, operasional dapat dihentikan permanen oleh pihak berwenang. Guru juga mendesak agar distribusi dihentikan sementara jika kualitas belum bisa dijamin.

Berita Terkait

MBG Berulat di SDN II Paberasan, SPPG Kolor 1 Diduga Lalai Penuhi Standar Keamanan Pangan
RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Buka Poli Urologi, Peserta BPJS Kini Bisa Mendapatkan Layanan Spesialis
Kemerdekaan Bukan Sekadar Seremoni, RSUD Sumenep Prioritaskan Pelayanan Kesehatan Humanis
RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Jalani Survei Akreditasi KARS, Perkuat Komitmen Tingkatkan Mutu Pelayanan
Penelitian ACCESS Ungkap Efektivitas Program Makan Bergizi Gratis bagi Anak di Pamekasan
Dugaan Siswa Keracunan MBG SPPG Syita Ananta Disangkal Tanpa Rekam Medis, Puskesmas Saronggi Diserang Kritik
Ramadhan Penuh Makna, Driver Ambulance dan Relawan Sumenep Bagikan 120 Takjil dan Gelar Buka Bersama 
RS Baghraf Health Care Resmi Layani BPJS Kesehatan, Akses Layanan Warga Sumenep Kian Luas

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:57 WIB

MBG Berulat di SDN II Paberasan, SPPG Kolor 1 Diduga Lalai Penuhi Standar Keamanan Pangan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 15:10 WIB

RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Buka Poli Urologi, Peserta BPJS Kini Bisa Mendapatkan Layanan Spesialis

Senin, 17 Agustus 2026 - 16:31 WIB

Kemerdekaan Bukan Sekadar Seremoni, RSUD Sumenep Prioritaskan Pelayanan Kesehatan Humanis

Selasa, 28 Juli 2026 - 06:07 WIB

RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Jalani Survei Akreditasi KARS, Perkuat Komitmen Tingkatkan Mutu Pelayanan

Selasa, 19 Mei 2026 - 17:37 WIB

Penelitian ACCESS Ungkap Efektivitas Program Makan Bergizi Gratis bagi Anak di Pamekasan

Berita Terbaru