MBG Berulat di SDN II Paberasan, SPPG Kolor 1 Diduga Lalai Penuhi Standar Keamanan Pangan

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:57 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

‎Dengan demikian, makanan yang sampai kepada siswa semestinya bukan hanya bergizi, tetapi juga aman dan layak dikonsumsi.

‎Temuan ulat dalam makanan memunculkan pertanyaan serius mengenai proses pengadaan bahan pangan, pemeriksaan bahan baku, pencucian dan pengolahan bahan makanan hingga proses pengecekan akhir sebelum makanan dikirim ke sekolah.

‎Apalagi apabila benar ulat tersebut berasal dari bahan makanan seperti sayur atau buah, maka proses penanganan bahan pangan sebelum dimasak patut dipertanyakan.

Baca Juga :  Barcode BBM Disulap Jadi Senjata Mafia: Jatah Petani dan Nelayan Sumenep Dirampok Terang-terangan

‎Pihak sekolah mengaku telah menyampaikan komplain kepada SPPG Kolor 1 Yayasan Nurul Islam Laok Jang Jang.

‎”Setelah saya cek, yang lain aman, cuma satu ompreng yang ada ulatnya. Sudah saya komplen ke SPPG-nya,” ungkapnya.

‎Menurut pihak sekolah, SPPG kemudian menyampaikan permintaan maaf atas kejadian tersebut. Namun, apakah persoalan keamanan pangan selesai hanya dengan kata maaf?

‎Pertanyaan tersebut penting karena yang menjadi taruhan bukan sekadar reputasi penyedia makanan, melainkan kesehatan dan keselamatan siswa sebagai penerima manfaat program pemerintah.

Baca Juga :  Dari Terdakwa Tipikor ke Kursi Kepala Diskominfo: Nama Indra Wahyudi Kembali Jadi Sorotan

‎Badan Gizi Nasional sendiri telah menegaskan bahwa penggunaan bahan pangan yang tidak higienis atau tidak layak konsumsi termasuk pelanggaran serius dalam penyelenggaraan MBG. BGN juga menyebut pelanggaran dapat dikenai sanksi, mulai dari teguran tertulis, penghentian sementara penyaluran dana bantuan, hingga sanksi lebih berat sesuai ketentuan.

‎Karena itu, temuan satu ompreng berulat tidak boleh otomatis dianggap sebagai kesalahan kecil hanya karena jumlahnya satu.

Berita Terkait

RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Buka Poli Urologi, Peserta BPJS Kini Bisa Mendapatkan Layanan Spesialis
Kemerdekaan Bukan Sekadar Seremoni, RSUD Sumenep Prioritaskan Pelayanan Kesehatan Humanis
RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Jalani Survei Akreditasi KARS, Perkuat Komitmen Tingkatkan Mutu Pelayanan
Penelitian ACCESS Ungkap Efektivitas Program Makan Bergizi Gratis bagi Anak di Pamekasan
Dugaan Siswa Keracunan MBG SPPG Syita Ananta Disangkal Tanpa Rekam Medis, Puskesmas Saronggi Diserang Kritik
Menu MBG Bau Lolos ke Meja Siswa, SPPG Talang Yayasan Syita Ananta Didesak Bertanggung Jawab
Ramadhan Penuh Makna, Driver Ambulance dan Relawan Sumenep Bagikan 120 Takjil dan Gelar Buka Bersama 
RS Baghraf Health Care Resmi Layani BPJS Kesehatan, Akses Layanan Warga Sumenep Kian Luas

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:57 WIB

MBG Berulat di SDN II Paberasan, SPPG Kolor 1 Diduga Lalai Penuhi Standar Keamanan Pangan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 15:10 WIB

RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Buka Poli Urologi, Peserta BPJS Kini Bisa Mendapatkan Layanan Spesialis

Senin, 17 Agustus 2026 - 16:31 WIB

Kemerdekaan Bukan Sekadar Seremoni, RSUD Sumenep Prioritaskan Pelayanan Kesehatan Humanis

Selasa, 28 Juli 2026 - 06:07 WIB

RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Jalani Survei Akreditasi KARS, Perkuat Komitmen Tingkatkan Mutu Pelayanan

Selasa, 19 Mei 2026 - 17:37 WIB

Penelitian ACCESS Ungkap Efektivitas Program Makan Bergizi Gratis bagi Anak di Pamekasan

Berita Terbaru