Dua Peristiwa Duka Iringi Pencairan BOSP PAUD, Mekanisme Disorot DPRD Sumenep

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 27 April 2026 - 20:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎‎SUMENEP, Jatim Kita – Sorotan terhadap mekanisme pencairan Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) untuk PAUD di Kabupaten Sumenep kian menguat. Anggota DPRD Sumenep, Syamsul Bahri, mendesak adanya evaluasi menyeluruh menyusul dua peristiwa tragis yang diduga berkaitan dengan proses administratif tersebut.

‎Syamsul mengungkapkan, kejadian pertama dialami Nur’aini, Kepala KB Al Azhar Sepanjang. Ia disebut mengalami kelelahan akibat proses pencairan dana BOSP yang dinilai rumit dan melelahkan. Dalam kondisi tersebut, Nur’aini harus menjalani persalinan yang berujung pada meninggalnya bayi yang dilahirkannya.‎

Baca Juga :  Ratusan Santri Ikuti Kemah HIMMAH ke-51, Yonif TP 931/KJ Tanamkan Jiwa Kepemimpinan dan Wawasan Kebangsaan

‎Peristiwa kedua menimpa Aminah, seorang guru TK Rahmatul Aula Sakala. Anak Aminah yang masih berusia tiga bulan dilaporkan meninggal dunia saat ia harus pergi ke daratan Sumenep untuk mengurus pencairan dana BOSP.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎“Ini tidak bisa dianggap sepele. Program yang seharusnya membantu operasional pendidikan jangan sampai justru menimbulkan dampak sosial yang menyedihkan seperti ini,” ujar Syamsul, Minggu (26/4/2026) malam melalui pesan singkat.

‎Ia menilai, kondisi geografis wilayah kepulauan menjadi faktor penting yang harus dipertimbangkan dalam sistem pelayanan administrasi. Jarak tempuh yang jauh, keterbatasan akses, serta waktu yang tersita dinilai memperberat beban para tenaga pendidik PAUD.

Baca Juga :  Siswa FIES Sumenep Ukir Prestasi di Olimpiade KURVA 2026, Belasan Peserta Tembus Grand Final

‎“Kalau bisa dipermudah, kenapa harus dipersulit? Ini menyangkut pelayanan publik dan kemanusiaan,” tegas anggota Komisi IV DPRD tersebut.

‎Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, Moh. Iksan, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan penelusuran internal. Berdasarkan laporan awal, sebagian besar petugas di lapangan justru disebut telah berupaya membantu proses pencairan.

Berita Terkait

Polresta Sumenep dan SMSI Perkokoh Sinergi, Wujudkan Informasi Akurat dan Kamtibmas Kondusif
SKK Migas dan TNI Perkuat Sinergi Pengamanan Hulu Migas, Kokohkan Ketahanan Energi Nasional
Perdana di Madura, Sumenep Terapkan Metode Tanam Padi PM-AAS, Target Produktivitas Tembus 10 Ton per Hektare
Abd. Rahman Dukung Gerakan Ayah Antar Anak, Sebut Fondasi Penting Pembentukan Karakter
Ratusan Santri Ikuti Kemah HIMMAH ke-51, Yonif TP 931/KJ Tanamkan Jiwa Kepemimpinan dan Wawasan Kebangsaan
Danrem 084 Jalin Silaturahmi dengan Berbagai Elemen Masyarakat, Perkuat Kolaborasi untuk Madura
‎Resmi Dibuka, Pekan Seni Madura X Jadi Momentum Kebangkitan Kesenian Madura
Pamflet Aksi Damai Dukung Program MBG di Pamekasan Beredar, Klaim Libatkan 7.008 Massa

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 16:42 WIB

Polresta Sumenep dan SMSI Perkokoh Sinergi, Wujudkan Informasi Akurat dan Kamtibmas Kondusif

Sabtu, 18 Juli 2026 - 20:15 WIB

SKK Migas dan TNI Perkuat Sinergi Pengamanan Hulu Migas, Kokohkan Ketahanan Energi Nasional

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:36 WIB

Perdana di Madura, Sumenep Terapkan Metode Tanam Padi PM-AAS, Target Produktivitas Tembus 10 Ton per Hektare

Senin, 13 Juli 2026 - 09:45 WIB

Abd. Rahman Dukung Gerakan Ayah Antar Anak, Sebut Fondasi Penting Pembentukan Karakter

Rabu, 8 Juli 2026 - 23:15 WIB

Ratusan Santri Ikuti Kemah HIMMAH ke-51, Yonif TP 931/KJ Tanamkan Jiwa Kepemimpinan dan Wawasan Kebangsaan

Berita Terbaru

Opini

Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib?

Senin, 3 Agu 2026 - 19:57 WIB