Pasca Telusuri Kasus MBG di Saronggi, Jurnalis Klaim Ada Indikasi Dugaan Pembungkaman

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 15 April 2026 - 23:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Jatim Kita – Kasus dugaan keracunan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, kian memanas dan menjadi sorotan publik.

Insiden yang menimpa sejumlah siswa SDN Juluk II tidak hanya menyisakan persoalan kesehatan, tetapi juga memunculkan indikasi adanya upaya intervensi terhadap kerja jurnalistik yang tengah mengungkap kasus tersebut.

Sejumlah siswa dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dari program MBG yang dipasok oleh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Talang, yang dikelola Yayasan Syita Ananta. Beberapa korban bahkan harus mendapatkan penanganan medis di puskesmas setempat.

Di tengah upaya penggalian informasi, transparansi justru dipertanyakan. Saat sejumlah jurnalis mendatangi dapur SPPG Talang untuk melakukan konfirmasi, pihak penanggung jawab utama tidak berada di lokasi.

Jurnalis Jatim Kita, Ahmad Syarif Hidayatullah, menyebut dirinya bersama awak media lain hanya ditemui oleh sejumlah staf, seperti ahli gizi, akuntan, dan petugas keamanan.

Baca Juga :  Gizi Anak Dipertaruhkan, Wali Murid Minta Sekolah Harus Berani Tolak MBG Jika Tidak Sesuai Standar Meski Ada Tekanan SPPG

“Kami datang untuk meminta klarifikasi secara terbuka, tetapi kepala SPPG tidak ada di tempat,” ujarnya, Rabu (14/4/2026).

Situasi kian janggal ketika, menjelang para jurnalis meninggalkan lokasi, seorang asisten lapangan tiba-tiba muncul dan diduga menyodorkan sejumlah uang dengan dalih ‘uang bensin’.

“Sekitar pukul 09.30 WIB, saat kami hendak pulang, asisten itu langsung mengambil uang dan mencoba memberikannya kepada kami. Alasannya uang bensin, namun kami tegas menolak,” ungkapnya.

Berita Terkait

Sumenep Perkuat Hilirisasi Kelapa Lewat Pengembangan Bibit Unggul Bersertifikat
IWO Sumenep Buka Ruang Generasi Muda Madura Tampilkan Bakat dan Semangat Nasionalisme
Haul ke-48 KH. Abdul Mannan, Momentum Merawat Jejak Pengabdian dan Nilai Pendidikan
‎Lewat JMS, Kejari Sumenep Dorong Pelajar Bijak Bermedia Sosial
Dua Peristiwa Duka Iringi Pencairan BOSP PAUD, Mekanisme Disorot DPRD Sumenep
Muhri Apresiasi Kiprah GP Ansor di Usia 92 Tahun: Dari Aksi Nyata hingga Solusi Kebangsaan
Sinyal Hijau dari Pemerintah Pusat, Kini Giliran Daerah Wujudkan KEK Tembakau Madura
Pasca di Suspend, Dari Acar Basi ke Ulat di Sayur dan Sehelai Rambut di Nasi: SPPG Pakamban Laok 2 Abaikan Juknis MBG 

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 20:41 WIB

Sumenep Perkuat Hilirisasi Kelapa Lewat Pengembangan Bibit Unggul Bersertifikat

Kamis, 14 Mei 2026 - 14:15 WIB

IWO Sumenep Buka Ruang Generasi Muda Madura Tampilkan Bakat dan Semangat Nasionalisme

Minggu, 3 Mei 2026 - 00:23 WIB

Haul ke-48 KH. Abdul Mannan, Momentum Merawat Jejak Pengabdian dan Nilai Pendidikan

Rabu, 29 April 2026 - 18:21 WIB

‎Lewat JMS, Kejari Sumenep Dorong Pelajar Bijak Bermedia Sosial

Senin, 27 April 2026 - 20:31 WIB

Dua Peristiwa Duka Iringi Pencairan BOSP PAUD, Mekanisme Disorot DPRD Sumenep

Berita Terbaru