Pasca Telusuri Kasus MBG di Saronggi, Jurnalis Klaim Ada Indikasi Dugaan Pembungkaman

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 15 April 2026 - 23:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menurut Syarif, tindakan tersebut tidak bisa dianggap sekadar bentuk keramahan, melainkan berpotensi sebagai upaya memengaruhi atau membungkam kerja jurnalistik.

“Kami datang untuk mencari fakta, bukan menerima imbalan. Ini menyangkut dugaan keracunan yang dialami anak-anak. Praktik seperti ini jelas mencederai independensi pers,” tegasnya.

Ia juga menyoroti adanya perekaman saat peristiwa pemberian uang berlangsung, yang dinilai semakin memperkuat kesan adanya tindakan tidak etis.

“Kami bersama rekan-rekan, termasuk dari media Seputar Jatim, sepakat menolak. Bahkan momen itu sempat direkam oleh pihak di lokasi,” tambahnya.

Kasus ini kini berkembang menjadi sorotan serius. Tidak hanya terkait aspek keamanan dan kualitas makanan dalam program MBG, tetapi juga menyentuh isu transparansi pengelolaan SPPG serta dugaan intervensi terhadap kebebasan pers dalam menjalankan fungsi kontrol sosial.

Baca Juga :  Dinilai Cacat Hukum BUMDes Meddelan Disorot: Sekitar Rp168 Juta Rupiah Penyertaan Modal Hanya Realisasi 16 Ekor Kambing

Jika tidak ditangani secara terbuka dan akuntabel, persoalan ini berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap program pemenuhan gizi yang sejatinya ditujukan untuk melindungi kelompok rentan, khususnya anak-anak.

Berita Terkait

Sumenep Perkuat Hilirisasi Kelapa Lewat Pengembangan Bibit Unggul Bersertifikat
IWO Sumenep Buka Ruang Generasi Muda Madura Tampilkan Bakat dan Semangat Nasionalisme
Haul ke-48 KH. Abdul Mannan, Momentum Merawat Jejak Pengabdian dan Nilai Pendidikan
‎Lewat JMS, Kejari Sumenep Dorong Pelajar Bijak Bermedia Sosial
Dua Peristiwa Duka Iringi Pencairan BOSP PAUD, Mekanisme Disorot DPRD Sumenep
Muhri Apresiasi Kiprah GP Ansor di Usia 92 Tahun: Dari Aksi Nyata hingga Solusi Kebangsaan
Sinyal Hijau dari Pemerintah Pusat, Kini Giliran Daerah Wujudkan KEK Tembakau Madura
Pasca di Suspend, Dari Acar Basi ke Ulat di Sayur dan Sehelai Rambut di Nasi: SPPG Pakamban Laok 2 Abaikan Juknis MBG 

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 20:41 WIB

Sumenep Perkuat Hilirisasi Kelapa Lewat Pengembangan Bibit Unggul Bersertifikat

Kamis, 14 Mei 2026 - 14:15 WIB

IWO Sumenep Buka Ruang Generasi Muda Madura Tampilkan Bakat dan Semangat Nasionalisme

Minggu, 3 Mei 2026 - 00:23 WIB

Haul ke-48 KH. Abdul Mannan, Momentum Merawat Jejak Pengabdian dan Nilai Pendidikan

Rabu, 29 April 2026 - 18:21 WIB

‎Lewat JMS, Kejari Sumenep Dorong Pelajar Bijak Bermedia Sosial

Senin, 27 April 2026 - 20:31 WIB

Dua Peristiwa Duka Iringi Pencairan BOSP PAUD, Mekanisme Disorot DPRD Sumenep

Berita Terbaru