Skandal MBG Pakamban Laok 2 : Roti Diduga Berjamur Lolos Distribusi, SPPI Dituding Lepas Tanggungjawab

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 23 Februari 2026 - 20:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Jatimkita.id – Dugaan roti berjamur dalam paket Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima siswa di Kecamatan Pragaan kembali memicu kemarahan dan kekhawatiran publik. Insiden yang berulang ini menyoroti buruknya kontrol distribusi makanan oleh Satuan Pelaksana Pemenuhan Gizi (SPPG) Pakamban Laok 2 yang dikelola Yayasan Bumi Asfan Abadi.

Seorang wali murid berinisial EV mengaku terkejut saat memeriksa menu yang dibawa pulang anaknya sebelum waktu berbuka puasa. Ia menemukan roti kecil berbentuk pizza pada menu sosis diduga telah berjamur dan tidak layak konsumsi.

Baca Juga :  SPPG Pakamban Laok 2 Disuspend BGN, Tokoh Pemuda Desak Audit Total Program MBG

“Roti sudah berjamur dibagikan ke anak-anak. Untung kami cek sebelum buka puasa oleh anak saya,” ujarnya kecewa, Senin (23/2/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, kelalaian dalam distribusi makanan kepada siswa sangat berisiko.

“Tolong diawasi dan dicek dulu sebelum diberikan kepada anak kami. Jangan sembarangan memberikan menu MBG. Kalau tidak dibawa pulang, pasti sudah dimakan,” tuturnya.

EV menjelaskan paket MBG yang diterima anaknya selama tiga hari terakhir berisi biskuit Roma, susu full cream, dua buah pir, satu butir telur, serta roti yang diduga sudah tidak layak konsumsi.

Baca Juga :  Diduga Menyalahi Aturan, Aktivis Desak BGN Tindak Tegas SPPG Saronggi Sesuai Aturan 

Kasus ini kembali memunculkan kekhawatiran serius terhadap kualitas dan keamanan makanan program MBG yang diperuntukkan bagi siswa.

Berulangnya dugaan pelanggaran di SPPG Pakamban Laok 2 kini menempatkan SPPI Koordinator Wilayah Kabupaten Sumenep dalam sorotan keras. Publik mempertanyakan efektivitas pengawasan yang seharusnya menjadi garis pertahanan utama dalam menjamin keamanan pangan bagi siswa.

Berita Terkait

Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman
Diduga Gadaikan Mobil Masih Kredit, Seorang Perempuan Dilaporkan ke Polres Garut
Kasus Pemukulan Pria Asal Lenteng Naik Penyidikan, Polisi Kantongi Dua Alat Bukti ‎
Pimpinan BMT-UGT Nusantara Cabang Gayam Memilih Bungkam atas Dugaan Sengketa Gadai Emas Rp200 Juta Jadi Sorotan
Kasus Gadai Emas di Gayam Masuk Tahap Krusial, Polisi Siapkan Gelar Perkara
Kasus Kades Pragaan Daya Terkait Dugaan Pengelolaan Dana Desa Bermasalah, Jadi Alarm Keras bagi Pemerintah Desa di Sumenep
Kerugian Negara Mencapai Rp500 Juta Lebih, Kejari Sumenep Tahan Kades Pragaan Daya Terkait Dugaan Korupsi
Fakta dari Camat dan Wali Murid Menguat, SPPG Syita Ananta dan Kepala Sekolah Dipertanyakan Publik

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:55 WIB

Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:02 WIB

Diduga Gadaikan Mobil Masih Kredit, Seorang Perempuan Dilaporkan ke Polres Garut

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:42 WIB

Kasus Pemukulan Pria Asal Lenteng Naik Penyidikan, Polisi Kantongi Dua Alat Bukti ‎

Selasa, 28 April 2026 - 22:27 WIB

Pimpinan BMT-UGT Nusantara Cabang Gayam Memilih Bungkam atas Dugaan Sengketa Gadai Emas Rp200 Juta Jadi Sorotan

Jumat, 24 April 2026 - 21:43 WIB

Kasus Gadai Emas di Gayam Masuk Tahap Krusial, Polisi Siapkan Gelar Perkara

Berita Terbaru