“Ada tiga siswa mengalami sakit perut dibawa ke Puskesmas Saronggi oleh orang tuanya,” ujarnya.
Ia mengatakan, tak hanya dari pihak sekolah, pengakuan juga datang dari pihak SPPG saat dilakukan klarifikasi langsung.
“Kami Forkopimcam juga melakukan kunjungan ke SPPG Talang, pada saat itu ada pengawas SPPG. Hasil klarifikasi pihak sana juga mengaku bahwasannya ada menu bau dan ada siswa dilarikan ke Puskesmas,” tuturnya.
Atas temuan tersebut, pihak kecamatan memastikan bahwa laporan resmi telah disampaikan ke pemerintah daerah untuk segera ditindaklanjuti.
“Hasil dari semua klarifikasi saat kunjungan ke SDN Juluk II dan SPPG Talang, kami laporkan ke Bapak Bupati, tembusan ke Pak Sekda, Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan,” paparnya.
Ia berharap laporan tersebut tidak berhenti sebagai formalitas semata. “Semoga hal ini ada tindakan tegas dari pemerintah daerah untuk menyikapinya,” tambahnya.
Di tengah situasi yang semakin serius, upaya konfirmasi kepada pihak SDN Juluk II justru menemui kendala. Transparansi yang diharapkan publik belum sepenuhnya terpenuhi.
Saat tim mendatangi sekolah untuk menemui Kepala Sekolah di ruang kerjanya, yang bersangkutan tidak berada di tempat. Ketidakhadiran tersebut disampaikan oleh sejumlah guru.
“Bapak tidak ada di kantor,” ujar salah satu guru singkat.
Saat ditanyakan mengenai penanggung jawab program MBG di sekolah tersebut, jawaban yang diberikan juga tidak memberikan kejelasan.
“Yang bertanggung jawab MBG lagi keluar, mengajar di luar,” kata salah satu guru.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya









