Fakta dari Camat dan Wali Murid Menguat, SPPG Syita Ananta dan Kepala Sekolah Dipertanyakan Publik

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 14 April 2026 - 21:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Ada tiga siswa mengalami sakit perut dibawa ke Puskesmas Saronggi oleh orang tuanya,” ujarnya.

Ia mengatakan, tak hanya dari pihak sekolah, pengakuan juga datang dari pihak SPPG saat dilakukan klarifikasi langsung.

“Kami Forkopimcam juga melakukan kunjungan ke SPPG Talang, pada saat itu ada pengawas SPPG. Hasil klarifikasi pihak sana juga mengaku bahwasannya ada menu bau dan ada siswa dilarikan ke Puskesmas,” tuturnya.

Atas temuan tersebut, pihak kecamatan memastikan bahwa laporan resmi telah disampaikan ke pemerintah daerah untuk segera ditindaklanjuti.

Baca Juga :  Keluhan Siswa Soal Menu MBG di SPPG Batu Putih, Diduga Sayur Berulat dan Buah Membusuk

“Hasil dari semua klarifikasi saat kunjungan ke SDN Juluk II dan SPPG Talang, kami laporkan ke Bapak Bupati, tembusan ke Pak Sekda, Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan,” paparnya.

Ia berharap laporan tersebut tidak berhenti sebagai formalitas semata. “Semoga hal ini ada tindakan tegas dari pemerintah daerah untuk menyikapinya,” tambahnya.

Di tengah situasi yang semakin serius, upaya konfirmasi kepada pihak SDN Juluk II justru menemui kendala. Transparansi yang diharapkan publik belum sepenuhnya terpenuhi.

Baca Juga :  Pengawasan Tumpul, Kepala SPPI Koordinator Sumenep Dinilai Gagal Jaga Mutu MBG

Saat tim mendatangi sekolah untuk menemui Kepala Sekolah di ruang kerjanya, yang bersangkutan tidak berada di tempat. Ketidakhadiran tersebut disampaikan oleh sejumlah guru.

“Bapak tidak ada di kantor,” ujar salah satu guru singkat.

Saat ditanyakan mengenai penanggung jawab program MBG di sekolah tersebut, jawaban yang diberikan juga tidak memberikan kejelasan.

“Yang bertanggung jawab MBG lagi keluar, mengajar di luar,” kata salah satu guru.

Berita Terkait

Menunggu 3 Jam, Konferensi Pers Kapolda Jatim Mengundang Kekecewaan Jurnalis Sumenep
Siswa Diare dan Diduga Keracunan Usai Santap MBG, SPPG Syita Ananta Talang Diminta Tanggungjawab 
Beroperasi Tanpa Kelengkapan Sertifikasi, SPPG Lenteng Timur 3 Dipertanyakan: Ini Program Negara atau Uji Coba?
Tanah Warisan 50 Hektare di Kalipare Masuk Proses Hukum Usai Penandatanganan Ahli Waris
SPPG Lenteng Timur 3 Diduga Terus Menerobos Aturan BGN, Kepala SPPI Korwil Sumenep Memilih Bungkam
Dua Lembaga Pendidikan Bergerak, SPPG Batang-batang Daya Dilaporkan ke Satgas MBG Usai Sajikan Ratusan Menu Ayam Basi
Kembali Sajikan Menu MBG Tak Layak Konsumsi, SPPG Pakamban Laok 2 Membungkam Protes Wali Murid
Awalnya Diterima, Kini Disebut Palsu: Kisah Nasabah Koperasi Rugi Rp200 Juta di Sumenep

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 16:15 WIB

Menunggu 3 Jam, Konferensi Pers Kapolda Jatim Mengundang Kekecewaan Jurnalis Sumenep

Minggu, 12 April 2026 - 22:03 WIB

Siswa Diare dan Diduga Keracunan Usai Santap MBG, SPPG Syita Ananta Talang Diminta Tanggungjawab 

Sabtu, 11 April 2026 - 20:21 WIB

Beroperasi Tanpa Kelengkapan Sertifikasi, SPPG Lenteng Timur 3 Dipertanyakan: Ini Program Negara atau Uji Coba?

Jumat, 10 April 2026 - 21:24 WIB

Tanah Warisan 50 Hektare di Kalipare Masuk Proses Hukum Usai Penandatanganan Ahli Waris

Jumat, 10 April 2026 - 18:55 WIB

SPPG Lenteng Timur 3 Diduga Terus Menerobos Aturan BGN, Kepala SPPI Korwil Sumenep Memilih Bungkam

Berita Terbaru