Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 30 Juli 2026 - 05:46 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Meski demikian, hingga kini aktivitas sejumlah tempat hiburan malam yang dipersoalkan masyarakat disebut masih berlangsung.

“Kami mempertanyakan tindak lanjutnya. Jangan sampai komitmen yang sudah disampaikan hanya berhenti pada pernyataan tanpa implementasi sehingga berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah,” katanya.

Siswadi menegaskan, surat yang telah dikirimkan kepada Pemkab Sumenep merupakan bentuk iktikad baik agar persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui mekanisme kelembagaan.

Namun apabila dalam waktu yang dianggap wajar belum ada langkah nyata, Lakpesdam NU bersama LPBH NU menyatakan siap mengawal persoalan tersebut melalui aksi damai sebagai bentuk penyampaian aspirasi masyarakat.

Baca Juga :  Awalnya Diterima, Kini Disebut Palsu: Kisah Nasabah Koperasi Rugi Rp200 Juta di Sumenep

“Ini bukan bentuk ancaman, melainkan hak konstitusional warga negara untuk menyampaikan pendapat dan mengawal jalannya pemerintahan agar penegakan aturan dilakukan secara konsisten,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya tidak memiliki kepentingan lain selain menjaga ketertiban sosial serta mempertahankan citra Kabupaten Sumenep sebagai daerah yang religius dan menjunjung tinggi nilai-nilai moral.

Baca Juga :  Ramadhan Penuh Makna, Driver Ambulance dan Relawan Sumenep Bagikan 120 Takjil dan Gelar Buka Bersama 

“Kami berharap pemerintah memandang ini sebagai bentuk kepedulian, bukan sekadar kritik. Penegakan aturan harus dilakukan secara adil dan tanpa pandang bulu agar masyarakat merasakan kehadiran pemerintah dalam melindungi kepentingan publik,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua LPBH NU Sumenep, Kamarullah, menegaskan pihaknya akan terus mengawal persoalan tersebut dari sisi hukum serta memastikan setiap langkah yang ditempuh tetap berada dalam koridor peraturan perundang-undangan.

Berita Terkait

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu
Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan
Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional
BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG
SPPG Tanjungjaya Disorot! Limbah Busuk Diduga Cemari Permukiman, Warga Desak Pemerintah Segera Bertindak
Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman
Diduga Gadaikan Mobil Masih Kredit, Seorang Perempuan Dilaporkan ke Polres Garut
Kasus Pemukulan Pria Asal Lenteng Naik Penyidikan, Polisi Kantongi Dua Alat Bukti ‎

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:54 WIB

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu

Rabu, 9 September 2026 - 12:45 WIB

Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan

Kamis, 30 Juli 2026 - 05:46 WIB

Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:14 WIB

Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:35 WIB

BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG

Berita Terbaru