Kembali Sajikan Menu MBG Tak Layak Konsumsi, SPPG Pakamban Laok 2 Membungkam Protes Wali Murid

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 9 April 2026 - 13:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

“Kami dilarang memviralkan. Katanya pihak SPPG tidak ingin ini dipublikasikan ke media,” ungkapnya.

Sikap tersebut justru memunculkan pertanyaan serius terkait keberpihakan sekolah terhadap keselamatan siswa.

“Saya heran, kenapa sekolah terkesan takut kepada SPPG. Ini menyangkut kesehatan anak-anak. Seharusnya guru menjadi garda terdepan, bukan justru membungkam,” ujarnya dengan nada kecewa.

Lebih jauh, ia juga mengungkap adanya dugaan tekanan terhadap wali murid yang menyampaikan protes.

“Bahkan pihak SPPG meminta agar wali murid yang protes tidak langsung pulang karena akan didatangi. Ini seperti ada upaya intimidasi,” jelasnya.

Baca Juga :  Kerugian Negara Mencapai Rp500 Juta Lebih, Kejari Sumenep Tahan Kades Pragaan Daya Terkait Dugaan Korupsi

Atas rentetan kejadian tersebut, wali murid mendesak Satgas MBG Sumenep dan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional SPPG Pakamban Laok 2.

Mereka menilai, pelanggaran yang terus berulang bukan lagi kelalaian biasa, melainkan indikasi serius gagalnya pengawasan dan pengelolaan program.

Sementara itu, pihak SPPG Pakamban Laok 2 membantah tudingan tersebut. Mereka menyebut sayuran yang dipermasalahkan bukan dalam kondisi basi, melainkan acar mentah.

Baca Juga :  Dinilai Cacat Hukum BUMDes Meddelan Disorot: Sekitar Rp168 Juta Rupiah Penyertaan Modal Hanya Realisasi 16 Ekor Kambing

“Mohon maaf sebelumnya, itu bukan basi, tapi acar mentah. Wortelnya direbus, timunnya tidak. Rasa kecut itu dari cuka, bukan karena basi,” demikian klarifikasi pihak SPPG melalui pesan suara WhatsApp yang diterima wali murid.

Meski demikian, bantahan tersebut belum mampu meredam keresahan publik. Justru sebaliknya, kasus ini semakin menguatkan desakan agar dilakukan tindakan tegas terhadap SPPG yang dinilai berulang kali mengabaikan standar keamanan pangan bagi anak-anak.

Berita Terkait

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu
Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan
Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian
Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional
BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG
SPPG Tanjungjaya Disorot! Limbah Busuk Diduga Cemari Permukiman, Warga Desak Pemerintah Segera Bertindak
Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman
Diduga Gadaikan Mobil Masih Kredit, Seorang Perempuan Dilaporkan ke Polres Garut

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:54 WIB

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu

Rabu, 9 September 2026 - 12:45 WIB

Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan

Kamis, 30 Juli 2026 - 05:46 WIB

Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:14 WIB

Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:35 WIB

BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG

Berita Terbaru