Kembali Sajikan Menu MBG Tak Layak Konsumsi, SPPG Pakamban Laok 2 Membungkam Protes Wali Murid

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 9 April 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Kami dilarang memviralkan. Katanya pihak SPPG tidak ingin ini dipublikasikan ke media,” ungkapnya.

Sikap tersebut justru memunculkan pertanyaan serius terkait keberpihakan sekolah terhadap keselamatan siswa.

“Saya heran, kenapa sekolah terkesan takut kepada SPPG. Ini menyangkut kesehatan anak-anak. Seharusnya guru menjadi garda terdepan, bukan justru membungkam,” ujarnya dengan nada kecewa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih jauh, ia juga mengungkap adanya dugaan tekanan terhadap wali murid yang menyampaikan protes.

“Bahkan pihak SPPG meminta agar wali murid yang protes tidak langsung pulang karena akan didatangi. Ini seperti ada upaya intimidasi,” jelasnya.

Baca Juga :  SK FKDM Garut Dipersoalkan, Kuasa Hukum Nilai Proses Pembentukan Tak Transparan

Atas rentetan kejadian tersebut, wali murid mendesak Satgas MBG Sumenep dan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional SPPG Pakamban Laok 2.

Mereka menilai, pelanggaran yang terus berulang bukan lagi kelalaian biasa, melainkan indikasi serius gagalnya pengawasan dan pengelolaan program.

Sementara itu, pihak SPPG Pakamban Laok 2 membantah tudingan tersebut. Mereka menyebut sayuran yang dipermasalahkan bukan dalam kondisi basi, melainkan acar mentah.

Baca Juga :  SPPG Rubaru Sertifikasi Bermasalah, Holik Klaim Hanya Fasilitator dan Tak Tahu Apa-apa

“Mohon maaf sebelumnya, itu bukan basi, tapi acar mentah. Wortelnya direbus, timunnya tidak. Rasa kecut itu dari cuka, bukan karena basi,” demikian klarifikasi pihak SPPG melalui pesan suara WhatsApp yang diterima wali murid.

Meski demikian, bantahan tersebut belum mampu meredam keresahan publik. Justru sebaliknya, kasus ini semakin menguatkan desakan agar dilakukan tindakan tegas terhadap SPPG yang dinilai berulang kali mengabaikan standar keamanan pangan bagi anak-anak.

Berita Terkait

BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG
SPPG Tanjungjaya Disorot! Limbah Busuk Diduga Cemari Permukiman, Warga Desak Pemerintah Segera Bertindak
Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman
Diduga Gadaikan Mobil Masih Kredit, Seorang Perempuan Dilaporkan ke Polres Garut
Kasus Pemukulan Pria Asal Lenteng Naik Penyidikan, Polisi Kantongi Dua Alat Bukti ‎
Pimpinan BMT-UGT Nusantara Cabang Gayam Memilih Bungkam atas Dugaan Sengketa Gadai Emas Rp200 Juta Jadi Sorotan
Kasus Gadai Emas di Gayam Masuk Tahap Krusial, Polisi Siapkan Gelar Perkara
Kasus Kades Pragaan Daya Terkait Dugaan Pengelolaan Dana Desa Bermasalah, Jadi Alarm Keras bagi Pemerintah Desa di Sumenep

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:35 WIB

BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG

Minggu, 24 Mei 2026 - 00:01 WIB

SPPG Tanjungjaya Disorot! Limbah Busuk Diduga Cemari Permukiman, Warga Desak Pemerintah Segera Bertindak

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:55 WIB

Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:02 WIB

Diduga Gadaikan Mobil Masih Kredit, Seorang Perempuan Dilaporkan ke Polres Garut

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:42 WIB

Kasus Pemukulan Pria Asal Lenteng Naik Penyidikan, Polisi Kantongi Dua Alat Bukti ‎

Berita Terbaru