Sekolah Sudah Banyak Libur, MBG Baru Mau Dibagikan: Koordinasi SPPG Pakamban Laok 2 Dikritik

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 10 Maret 2026 - 15:43 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Jatimkita.id – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pakamban Laok 2, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, secara tiba-tiba mengumumkan akan kembali mendistribusikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu, 11 Maret 2026 besok, setelah satu pekan tidak ada penyaluran.

Pasalnya, sejumlah sekolah di wilayah tersebut diketahui sudah meliburkan kegiatan belajar, sehingga rencana distribusi MBG dinilai tidak tepat waktu dan dianggap terlalu mendadak serta minim koordinasi dengan pihak sekolah.

“Besok, katanya ada MBG, tapi sekolah sudah pada libur,” ujar salah satu pihak sekolah, Selasa (10/3/2026).

Baca Juga :  Umbul-Umbul Nasdem Membahayakan Pengendara: Panitia Dinilai Abai dan Ceroboh

Selama masa penghentian distribusi MBG dengan alasan evaluasi, pihaknya mengaku tidak mendapatkan informasi yang jelas dari SPPG Pakamban Laok 2 terkait kapan program tersebut akan kembali berjalan.

Sehingga minimnya keterbukaan informasi itu memicu banyak pertanyaan dari para wali murid yang sebelumnya mempertanyakan mengapa MBG tidak lagi dibagikan di sekolah.

“Selama seminggu tidak ada kejelasan dari pihak SPPG. Banyak wali murid bertanya ke kami kenapa MBG tidak dibagikan,” tandasnya.

Baca Juga :  Menu MBG Dinilai Memalukan: Guru Sumenep Soroti Lauk Tak Layak dan Dugaan Makanan Basi

Dengan situasi tersebut memunculkan kritik terhadap koordinasi SPPG Pakamban Laok 2 yang dinilai kurang matang dalam menjalankan program strategis Presiden RI tersebut.

Diberitakan sebelumnya, SPPG Pakamban Laok 2 yang dikelola oleh Yayasan Bumi Asfan Abadi sempat disuspend oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Penghentian sementara itu dilakukan setelah muncul berbagai temuan yang diduga melanggar ketentuan dan standar yang telah ditetapkan oleh BGN dalam pelaksanaan program MBG.

Berita Terkait

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu
Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan
Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian
Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional
BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG
SPPG Tanjungjaya Disorot! Limbah Busuk Diduga Cemari Permukiman, Warga Desak Pemerintah Segera Bertindak
Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman
Diduga Gadaikan Mobil Masih Kredit, Seorang Perempuan Dilaporkan ke Polres Garut

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:54 WIB

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu

Rabu, 9 September 2026 - 12:45 WIB

Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan

Kamis, 30 Juli 2026 - 05:46 WIB

Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:14 WIB

Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:35 WIB

BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG

Berita Terbaru