Di Balik Dalih “Evaluasi”, SPPG Pakamban Laok 2 Ternyata Disuspend BGN

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 2 Maret 2026 - 12:06 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Jatimkita.id – Aroma persoalan kembali menyeruak dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sumenep. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pakamban Laok 2 yang dikelola Yayasan Bumi Asfan Abadi resmi menghentikan sementara pengiriman MBG ke sejumlah sekolah di Kecamatan Pragaan, Madura, Jawa Timur.

Alasan yang disampaikan ke sekolah terdengar sederhana: evaluasi selama sepekan. Pemberitahuan itu dikirim melalui pesan singkat ke grup WhatsApp sekolah.

“Kami dari pihak dapur SPPG Pakamban Laok 2 ingin memberitahukan bahwasanya untuk satu minggu ke depan kami tidak ada pengiriman dikarenakan ada evaluasi,” tulis pihak dapur.

Baca Juga :  Siswa Diare dan Diduga Keracunan Usai Santap MBG, SPPG Syita Ananta Talang Diminta Tanggungjawab 

Di balik kata “evaluasi” yang terkesan administratif dan biasa saja, SPPG Pakamban Laok 2 ternyata masuk dalam daftar dapur yang disuspend oleh Badan Gizi Nasional (BGN) RI. Artinya, penghentian ini bukan sekadar evaluasi rutin, melainkan sanksi penghentian sementara akibat temuan serius dan berulang.

Sanksi tersebut bukan tanpa alasan. Sejumlah persoalan mencuat sebelumnya: dugaan makanan memicu diare pada siswa dan guru, penolakan dari wali murid RA, hingga temuan roti berjamur dalam paket MBG kering. Rangkaian kejadian ini menimbulkan pertanyaan mendasar tentang standar keamanan pangan dan pengawasan internal dapur.

Baca Juga :  Sertifikasi Bermasalah, Holik dan Kepala SPPG Dinilai Saling Lempar Tanggung Jawab

Ketua Yayasan Bumi Asfan Abadi, Hendri, tak membantah fakta tersebut.

“Leres mas (benar mas terkena suspend, red),” ujarnya saat dikonfirmasi media, Senin (2/3/2026).

Pengakuan ini mempertegas bahwa istilah “evaluasi” yang disampaikan ke sekolah tidak sepenuhnya menggambarkan situasi sebenarnya.

Berita Terkait

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu
Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan
Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian
Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional
BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG
SPPG Tanjungjaya Disorot! Limbah Busuk Diduga Cemari Permukiman, Warga Desak Pemerintah Segera Bertindak
Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman
Diduga Gadaikan Mobil Masih Kredit, Seorang Perempuan Dilaporkan ke Polres Garut

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:54 WIB

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu

Rabu, 9 September 2026 - 12:45 WIB

Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan

Kamis, 30 Juli 2026 - 05:46 WIB

Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:14 WIB

Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:35 WIB

BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG

Berita Terbaru