Di Balik Dalih “Evaluasi”, SPPG Pakamban Laok 2 Ternyata Disuspend BGN

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 2 Maret 2026 - 12:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di sisi lain, sekolah penerima manfaat justru mengaku minim informasi. Seorang guru di Kecamatan Pragaan yang enggan disebutkan namanya membenarkan tidak ada distribusi makanan pada hari tersebut.

“Tidak ada MBG, saya tidak tahu alasannya,” katanya singkat.

Kondisi ini menimbulkan kesan adanya ketidakterbukaan informasi kepada sekolah dan wali murid. Publik berhak mengetahui apakah penghentian ini murni evaluasi teknis, atau konsekuensi dari pelanggaran yang berdampak langsung pada kesehatan siswa.

Sebelumnya, BGN mengumumkan sebanyak 17 SPPG di Jawa Timur disuspend sementara akibat berbagai temuan pelanggaran. Empat di antaranya berada di Kabupaten Sumenep, termasuk SPPG Pakamban Laok 2.

Penghentian ini semestinya menjadi alarm keras, bukan sekadar jeda operasional. Program yang menyasar anak-anak sekolah tidak boleh dikelola dengan standar yang longgar, apalagi disertai komunikasi yang setengah terbuka.

Baca Juga :  Kepala SPPG Pakamban Laok 2 Bungkam, Yayasan Ambil Alih Klarifikasi: Polemik MBG Pragaan Kian Memanas

Jika alasan sebenarnya adalah sanksi, maka publik layak mendapat penjelasan yang jujur dan transparan bukan sekadar istilah “evaluasi” yang berpotensi menyesatkan persepsi.

Berita Terkait

Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman
Diduga Gadaikan Mobil Masih Kredit, Seorang Perempuan Dilaporkan ke Polres Garut
Kasus Pemukulan Pria Asal Lenteng Naik Penyidikan, Polisi Kantongi Dua Alat Bukti ‎
Pimpinan BMT-UGT Nusantara Cabang Gayam Memilih Bungkam atas Dugaan Sengketa Gadai Emas Rp200 Juta Jadi Sorotan
Kasus Gadai Emas di Gayam Masuk Tahap Krusial, Polisi Siapkan Gelar Perkara
Kasus Kades Pragaan Daya Terkait Dugaan Pengelolaan Dana Desa Bermasalah, Jadi Alarm Keras bagi Pemerintah Desa di Sumenep
Kerugian Negara Mencapai Rp500 Juta Lebih, Kejari Sumenep Tahan Kades Pragaan Daya Terkait Dugaan Korupsi
Fakta dari Camat dan Wali Murid Menguat, SPPG Syita Ananta dan Kepala Sekolah Dipertanyakan Publik

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:55 WIB

Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:42 WIB

Kasus Pemukulan Pria Asal Lenteng Naik Penyidikan, Polisi Kantongi Dua Alat Bukti ‎

Selasa, 28 April 2026 - 22:27 WIB

Pimpinan BMT-UGT Nusantara Cabang Gayam Memilih Bungkam atas Dugaan Sengketa Gadai Emas Rp200 Juta Jadi Sorotan

Jumat, 24 April 2026 - 21:43 WIB

Kasus Gadai Emas di Gayam Masuk Tahap Krusial, Polisi Siapkan Gelar Perkara

Jumat, 24 April 2026 - 15:26 WIB

Kasus Kades Pragaan Daya Terkait Dugaan Pengelolaan Dana Desa Bermasalah, Jadi Alarm Keras bagi Pemerintah Desa di Sumenep

Berita Terbaru