Rahema Ketua Kelompok PKH Pakondang Ancam KPM agar Tidak Protes, Uang Diduga Hasil Pemotongan Kabarnya Dikembalikan?

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 9 November 2025 - 16:01 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, Jatimkita.Id – Rahema, Ketua Kelompok PKH Desa Pakondang, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep diduga menekan dan mengancam sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) agar tidak melapor, dengan ancaman akan dikeluarkan dari program bila menolak menyerahkan kartu ATM atau mempertanyakan jumlah bantuan yang diterima.

Ia mulai ketar ketir akibat perbuatannya yang dianggap tidak kaprah dan diduga merugikan Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Atas perbuatannya, pihaknya terkesan kebingungan, sehingga akan mengembalikan uang kepada Penerima Manfaat dengan menyampaikan nada mengancam agar tidak melaporkan dirinya.

Baca Juga :  Sertifikasi Belum Jelas Tanpa Surat Keterangan, SPPG Rubaru Tetap Beroperasi Jalankan Program MBG

Beberapa KPM yang ditemui Tim Media mengaku selama ini tidak memegang kartu ATM maupun PIN rekening mereka, Semua dikuasai oleh ketua kelompok. Setiap pencairan dana, mereka hanya menerima uang tunai tanpa penjelasan jumlah atau bukti transaksi.

“Kami tidak pernah tahu berapa yang masuk ke rekening. Kalau tanya, katanya jangan banyak tanya, nanti bisa dicoret dari PKH,” ungkap salah satu penerima manfaat yang enggan disebut identitasnya.

Baca Juga :  Eks KPM Desa Pakondang Siap Jadi Saksi dan akan Bongkar Dugaan Pemotongan Sesuai Data Miliknya

Ancaman tersebut membuat banyak penerima merasa takut dan memilih diam. Praktik ini diduga sudah berlangsung cukup lama hingga akhirnya mencuat setelah beberapa warga melapor ke pihak pendamping.

Setelah kasus tersebut ramai diperbincangkan, Rahema dikabarkan mengembalikan sebagian uang yang diduga hasil ‘sunatan’ dana bantuan dari rekening para KPM.

Pengembalian dilakukan pada Selasa malam (4/11/2025) dengan mendatangi langsung rumah-rumah penerima. Nilai total pengembalian disebut ada yang mencapai sekitar Rp4,2 juta.

Penulis : Dyt

Editor : Mufti Che

Berita Terkait

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu
Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan
Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian
Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional
BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG
SPPG Tanjungjaya Disorot! Limbah Busuk Diduga Cemari Permukiman, Warga Desak Pemerintah Segera Bertindak
Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman
Diduga Gadaikan Mobil Masih Kredit, Seorang Perempuan Dilaporkan ke Polres Garut

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:54 WIB

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu

Rabu, 9 September 2026 - 12:45 WIB

Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan

Kamis, 30 Juli 2026 - 05:46 WIB

Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:14 WIB

Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:35 WIB

BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG

Berita Terbaru