Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:14 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

“Kami meminta pemerintah tidak berhenti pada pembinaan atau teguran administratif semata. Jika terbukti melanggar izin usaha, maka izinnya harus dicabut dan tempat usahanya ditutup. Penegakan hukum tidak boleh hanya menjadi formalitas, tetapi harus memberikan kepastian dan efek jera,” tegasnya saat ditemui, Jumat (3/7/2026).

Ia juga menyoroti salah satu tempat usaha, yakni Mr. Ball, yang menurut informasi yang diterima Lakpesdam diduga telah beberapa kali memperoleh surat teguran dari pemerintah.

Baca Juga :  THM Mr. Ball Sumenep Kembali Disorot, Event DJ Tetap Digelar di Tengah Polemik

“Sepengetahuan kami, Mr. Ball sudah tiga kali menerima surat teguran. Namun hingga kini masih tetap beroperasi. Kondisi ini memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai sejauh mana ketegasan pemerintah dalam menegakkan aturan. Karena itu kami berharap evaluasi dilakukan secara serius dan transparan,” ujarnya.

Selain persoalan perizinan, Lakpesdam turut menyampaikan berbagai informasi yang berkembang di masyarakat mengenai dugaan adanya aktivitas hiburan malam, penampilan live DJ, peredaran minuman beralkohol, dugaan penyalahgunaan narkotika, hingga pengunjung yang diduga masih berstatus pelajar.

Baca Juga :  Kabel WiFi Melintang di Jalan, Warga Jadi Korban: Polsek Rubaru Diminta Usut!

Meski demikian, Siswadi menegaskan bahwa seluruh dugaan tersebut harus dibuktikan melalui pemeriksaan oleh instansi terkait dan aparat penegak hukum.

“Kami tidak ingin membangun opini tanpa dasar. Karena itu kami meminta pemerintah bersama aparat penegak hukum melakukan pemeriksaan secara menyeluruh agar seluruh informasi yang berkembang dapat diverifikasi secara objektif. Jika terbukti, maka tindakan tegas harus segera dilakukan,” katanya.

Berita Terkait

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu
Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan
Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian
BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG
SPPG Tanjungjaya Disorot! Limbah Busuk Diduga Cemari Permukiman, Warga Desak Pemerintah Segera Bertindak
Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman
Diduga Gadaikan Mobil Masih Kredit, Seorang Perempuan Dilaporkan ke Polres Garut
Kasus Pemukulan Pria Asal Lenteng Naik Penyidikan, Polisi Kantongi Dua Alat Bukti ‎

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:54 WIB

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu

Rabu, 9 September 2026 - 12:45 WIB

Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan

Kamis, 30 Juli 2026 - 05:46 WIB

Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:14 WIB

Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:35 WIB

BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG

Berita Terbaru