Keluhan MBG Berbau Menguat, Publik Tagih Tanggung Jawab SPPG Lebeng Timur

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 3 Februari 2026 - 12:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Jatimkita.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, kembali menuai sorotan. Sejumlah wali murid mengeluhkan kualitas makanan yang dibagikan kepada siswa, yang diduga berbau dan tidak layak konsumsi.

Keluhan tersebut mencuat di kolom komentar akun TikTok @SPPG LEBENG TIMUR SUMENEP, setelah unggahan terkait distribusi MBG dipublikasikan. Para wali murid menyampaikan kekecewaan mereka secara terbuka.

Salah satu wali murid, Ilhafa Rusiana, menuliskan keluhannya, “Kecewa banget. Tolong lebih diperhatikan sebelum didistribusikan. Sudah dikirim tapi tidak dimakan karena basi atau bau. Katanya ayamnya berbau menyengat. Kasihan anak-anak, ingin dapat makanan bergizi malah seperti ini,” jelasnya.

Keluhan serupa disampaikan oleh wali murid lain. Muharrofah menegaskan pentingnya kelayakan makanan sebelum dibagikan ke sekolah. “Ayamnya bau dan basi. Tolong pastikan makanan benar-benar layak konsumsi sebelum didistribusikan,” tulisnya.

Sorotan juga datang dari akun Diqi Al Qatar yang menyinggung kualitas dan kebersihan makanan. “Kualitas dan kebersihan makanan harap dijaga. Jangan hanya fokus pada komentar yang tidak sesuai ekspektasi. Kasihan anak-anak sekolah,” ujarnya.

Baca Juga :  Bantuan Handtraktor Poktan Surya Tani Diduga Raib, Warga: Tak Pernah Dipakai Sejak 2021

Namun, respons dari akun resmi @SPPG LEBENG TIMUR SUMENEP justru memicu reaksi lanjutan. Akun tersebut menanggapi salah satu komentar dengan pernyataan singkat, “Jangan terlalu diam, Bu. Kalau kecewa tidak baik juga,” paparnya.

Balasan tersebut dinilai tidak menjawab substansi keluhan wali murid dan menimbulkan pertanyaan terkait komitmen pengelola SPPG Lebeng Timur, yang dikelola oleh Yayasan Matlabul Ulum, dalam menjamin kualitas dan keamanan makanan Program MBG.

Berita Terkait

Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian
Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional
BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG
SPPG Tanjungjaya Disorot! Limbah Busuk Diduga Cemari Permukiman, Warga Desak Pemerintah Segera Bertindak
Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman
Diduga Gadaikan Mobil Masih Kredit, Seorang Perempuan Dilaporkan ke Polres Garut
Kasus Pemukulan Pria Asal Lenteng Naik Penyidikan, Polisi Kantongi Dua Alat Bukti ‎
Pimpinan BMT-UGT Nusantara Cabang Gayam Memilih Bungkam atas Dugaan Sengketa Gadai Emas Rp200 Juta Jadi Sorotan

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 05:46 WIB

Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:14 WIB

Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:35 WIB

BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG

Minggu, 24 Mei 2026 - 00:01 WIB

SPPG Tanjungjaya Disorot! Limbah Busuk Diduga Cemari Permukiman, Warga Desak Pemerintah Segera Bertindak

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:55 WIB

Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman

Berita Terbaru

Opini

Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib?

Senin, 3 Agu 2026 - 19:57 WIB