Diduga Sajikan Ayam Setengah Matang, Program MBG di Pragaan Bikin Siswa Diare

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 22 Januari 2026 - 21:32 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Jatimkita.id – Program Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan oleh SPPG Pakamban Laok 2, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, menuai keluhan serius dari para wali murid. Program yang dikelola oleh Yayasan Bumi Asfan Abadi itu diduga lalai dalam menjamin kelayakan dan keamanan makanan bagi siswa.

Keluhan mencuat setelah sejumlah siswa dilaporkan mengalami sakit perut hingga diare (mencret) usai mengonsumsi menu MBG pada Selasa, 21 Januari 2026.

Salah seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, anaknya mulai mengeluh sakit perut pada malam hari setelah menyantap MBG dengan lauk utama ayam bakar yang diduga tidak dimasak secara sempurna.

Baca Juga :  Danrem 084 Jalin Silaturahmi dengan Berbagai Elemen Masyarakat, Perkuat Kolaborasi untuk Madura

“Tadi malam anak saya mengeluh sakit perut setelah makan MBG. Katanya ayamnya masih setengah matang, bagian dalamnya merah dan bahkan berbau,” ujarnya dengan nada kecewa, Kamis (22/1/2026).

Ia menambahkan, keluhan serupa juga dialami oleh beberapa siswa lain.

“Setelah saya tanya ke wali murid yang lain, ternyata banyak anak-anak mengalami hal yang sama. Saya yakin ini karena ayam yang tidak matang itu dibagikan ke siswa,” tegasnya.

Baca Juga :  Kasus Pemukulan Pria Asal Lenteng Naik Penyidikan, Polisi Kantongi Dua Alat Bukti ‎

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran serius terkait lemahnya pengawasan dalam penyediaan menu MBG. Wali murid mempertanyakan proses pengolahan makanan, standar kebersihan dapur, hingga mekanisme quality control sebelum makanan didistribusikan ke sekolah.

“Program ini niatnya baik, tapi kalau dijalankan asal-asalan justru membahayakan kesehatan anak-anak. Ini bukan sekadar soal kenyang, tapi soal keselamatan,” tandasnya.

Berita Terkait

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu
Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan
Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian
Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional
BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG
SPPG Tanjungjaya Disorot! Limbah Busuk Diduga Cemari Permukiman, Warga Desak Pemerintah Segera Bertindak
Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman
Diduga Gadaikan Mobil Masih Kredit, Seorang Perempuan Dilaporkan ke Polres Garut

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:54 WIB

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu

Rabu, 9 September 2026 - 12:45 WIB

Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan

Kamis, 30 Juli 2026 - 05:46 WIB

Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:14 WIB

Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:35 WIB

BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG

Berita Terbaru