Roti Berjamur dan Apel Busuk Lolos Terealisasi, Kepala SPPG Jambu dan Food Handler Harus Bertanggungjawab 

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 23 Desember 2025 - 18:47 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Jatimkita.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola oleh SPPG Matlabul Ulum Jambu, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, menuai kecaman keras dari masyarakat. Pasalnya, menu MBG yang dibagikan ke sekolah-sekolah dikomplain wali murid karena ditemukan roti berjamur serta apel yang hampir busuk, namun tetap didistribusikan kepada siswa.

Kejadian ini memantik kemarahan publik yang secara terbuka menyoroti kelalaian Kepala SPPG dan food handler. Warga menilai insiden tersebut bukan sekadar kesalahan teknis, melainkan bukti lemahnya pengawasan dan kegagalan tanggung jawab.

Baca Juga :  Siapa Bertanggung Jawab? Sertifikasi SPPG Rubaru Belum Tuntas, Dua Nama Anggota DPRD Terseret

“Kalau Kepala SPPG menjalankan tugasnya dengan benar, tidak mungkin makanan berjamur bisa sampai ke tangan anak-anak. Ini bukan ceroboh, tapi kelalaian serius,” ujar salah satu warga Lenteng yang berinisial MR, Selasa (23/12/2025).

Sorotan juga diarahkan kepada food handler yang seharusnya memastikan makanan layak konsumsi sebelum dibagikan. Masyarakat mempertanyakan sertifikasi yang dimiliki para petugas tersebut.

Baca Juga :  SPPG Al Azhar Prenduan Diserang Kritik: Menu MBG Dinilai Memprihatinkan

“Food handler katanya bersertifikat, tapi kok roti berjamur lolos? Sertifikatnya dipertanyakan, kerjanya juga patut dipertanyakan,” tegas warga lainnya.

Tak sedikit masyarakat yang menyebut Kepala SPPG gagal menjalankan fungsi pengawasan internal. Mereka menilai tidak adanya pengecekan akhir sebelum distribusi merupakan kesalahan fatal.

“Ini dapur untuk anak sekolah, bukan tempat buang makanan rusak. Kepala SPPG harus bertanggung jawab penuh, jangan cuci tangan,” ucap seorang wali murid dengan nada geram.

Berita Terkait

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu
Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan
Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian
Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional
BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG
SPPG Tanjungjaya Disorot! Limbah Busuk Diduga Cemari Permukiman, Warga Desak Pemerintah Segera Bertindak
Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman
Diduga Gadaikan Mobil Masih Kredit, Seorang Perempuan Dilaporkan ke Polres Garut

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:54 WIB

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu

Rabu, 9 September 2026 - 12:45 WIB

Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan

Kamis, 30 Juli 2026 - 05:46 WIB

Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:14 WIB

Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:35 WIB

BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG

Berita Terbaru