Awalnya Diterima, Kini Disebut Palsu: Kisah Nasabah Koperasi Rugi Rp200 Juta di Sumenep

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 9 April 2026 - 10:43 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

“Semua proses berjalan normal. Tidak ada masalah saat itu,” ungkapnya.

Namun, situasi berubah beberapa bulan kemudian. Tepatnya pada 7 Oktober 2025, Heri mengaku dihubungi oleh pihak koperasi yang menyebut sebagian emas yang dijaminkan diduga palsu.

“Saya kaget. Setelah berbulan-bulan, tiba-tiba diberitahu bahwa dua perhiasan saya disebut bukan emas asli,” tegasnya.

Ia pun mempertanyakan prosedur verifikasi jaminan yang dilakukan koperasi, mengingat seluruh barang telah diterima dan dijadikan dasar pencairan pinjaman sejak awal.

Baca Juga :  Bau Menyengat di Depan Rumah Warga, SPPG Saronggi Yayasan Alif Batu Putih Diminta Tanggungjawab 

“Kalau memang dianggap tidak asli, seharusnya disampaikan sejak awal saat pemeriksaan. Barang saya sudah diverifikasi dan itu yang jadi dasar pencairan. Bukan setelah berjalan lama, tiba-tiba dinyatakan palsu,” ujarnya.

Heri juga menegaskan tidak pernah memiliki niat untuk melakukan penipuan. Ia mengaku menyerahkan barang sesuai yang dimilikinya dan percaya pada proses yang dilakukan pihak koperasi.

“Saya menyerahkan barang apa adanya. Saya justru merasa menjadi korban dalam kasus ini,” imbuhnya.

Baca Juga :  Polres Sumenep Gelar Ops Zebra Semeru 2025 

Akibat kejadian tersebut, Heri mengaku mengalami kerugian sekitar Rp200 juta. Ia pun menempuh jalur hukum dan berharap ada kepastian hukum atas laporan yang telah diajukan.

“Saya berharap ada kejelasan dan keadilan. Kasus ini harus ditangani secara profesional dan transparan,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Koperasi BMT-UGT Nusantara Cabang Gayam serta Polsek Sapudi masih diupayakan untuk dimintai konfirmasi guna menjaga keberimbangan informasi..

Berita Terkait

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu
Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan
Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian
Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional
BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG
SPPG Tanjungjaya Disorot! Limbah Busuk Diduga Cemari Permukiman, Warga Desak Pemerintah Segera Bertindak
Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman
Diduga Gadaikan Mobil Masih Kredit, Seorang Perempuan Dilaporkan ke Polres Garut

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:54 WIB

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu

Rabu, 9 September 2026 - 12:45 WIB

Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan

Kamis, 30 Juli 2026 - 05:46 WIB

Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:14 WIB

Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:35 WIB

BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG

Berita Terbaru