Dugaan Pemotongan PKH Pakondang Kian Mengerucut: Nama MH Mencuat, Warga Curiga Ada Jaringan Oknum

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 7 Desember 2025 - 22:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, Jatimkita.id – Skandal dugaan pemotongan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Pakondang, Kecamatan Rubaru, Sumenep, memasuki fase baru yang jauh lebih mengkhawatirkan. Setelah sebelumnya menyeret nama ketua kelompok PKH, Rahema, kini warga menyorot munculnya aktor lain berinisial MH yang diduga turut menguasai ATM KPM serta melakukan pemotongan bantuan secara sistematis.

Kemunculan nama MH membuat dugaan praktik ini terlihat lebih terstruktur dan berpotensi melibatkan lebih dari satu oknum.

KPM berinisial S, warga Dusun Pakondang Tengah, menjadi salah satu yang pertama mengungkap dugaan keterlibatan MH.

Baca Juga :  Eks KPM Desa Pakondang Siap Jadi Saksi dan akan Bongkar Dugaan Pemotongan Sesuai Data Miliknya

“ATM saya sejak awal tidak pernah saya pegang. Saya cuma diberi Rp2,1 juta. Setelah ramai kasus ini, MH mendatangi saya lalu memberi Rp2,5 juta, katanya bantuan tambahan,” ungkapnya, Sabtu (6/12/2025).

Bagi warga, langkah MH itu dianggap tidak wajar, bahkan dicurigai sebagai upaya menutup jejak pemotongan sebelumnya.

Seorang saksi lain yang meminta identitasnya dirahasiakan memperkuat dugaan tersebut.

ATM KPM dipegang MH. Dicairkan tanpa sepengetahuan pemilik. Uang yang diberikan tidak sesuai dengan saldo yang masuk,” ujarnya.

Baca Juga :  Skema Gelap Dugaan Pemotongan Bansos PKH di Pakondang Terbongkar, Seruan Penindakan Hukum Kian Menguat

Nominal Tidak Sesuai: Hanya Dapat Rp800 Ribu dari Saldo Rp3,45 Juta

Beberapa KPM juga mengaku mengalami hal serupa.

• SM hanya menerima Rp800 ribu, padahal saldonya tercatat Rp3,45 juta.

• HN menerima Rp1,2 juta, sedangkan saldo rekeningnya Rp2,55 juta.

Serangkaian kesaksian ini mengarah pada dugaan kuat bahwa praktik pemotongan tidak dilakukan tunggal, melainkan melibatkan lebih dari satu pihak yang memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat tentang mekanisme pencairan bansos.

Berita Terkait

Proyek Siluman Kembali Gentayangan di Desa Meddelan
Pengakuan Plin-plan Kepala SPPG Jambu Soal Sertifikat, Dapur MBG Terancam Langgar Aturan
Dana BUMDes Diduga Dibancak, Kades Meddelan Bungkam dan Blokir Wartawan
Ngaku Sesuai SOP ke Media, Kepala SPPG Legung Barat Akui Sertifikat Belum Lengkap
SPPG Saronggi Dinilai Abaikan Standar, Menu Bermasalah Dipertanyakan: Klaim SOP Berbanding Terbalik dengan Fakta Lapangan
SPPG Rubaru Sertifikasi Bermasalah, Holik Klaim Hanya Fasilitator dan Tak Tahu Apa-apa
Diduga Sajikan Ayam Setengah Matang, Program MBG di Pragaan Bikin Siswa Diare
Menu Bermasalah Terungkap, Kepala SPPG Jambu Tak Mampu Paparkan Sertifikasi Dapur

Berita Terkait

Minggu, 25 Januari 2026 - 14:43 WIB

Proyek Siluman Kembali Gentayangan di Desa Meddelan

Minggu, 25 Januari 2026 - 11:35 WIB

Pengakuan Plin-plan Kepala SPPG Jambu Soal Sertifikat, Dapur MBG Terancam Langgar Aturan

Jumat, 23 Januari 2026 - 23:04 WIB

Dana BUMDes Diduga Dibancak, Kades Meddelan Bungkam dan Blokir Wartawan

Jumat, 23 Januari 2026 - 14:18 WIB

Ngaku Sesuai SOP ke Media, Kepala SPPG Legung Barat Akui Sertifikat Belum Lengkap

Jumat, 23 Januari 2026 - 12:30 WIB

SPPG Saronggi Dinilai Abaikan Standar, Menu Bermasalah Dipertanyakan: Klaim SOP Berbanding Terbalik dengan Fakta Lapangan

Berita Terbaru

Hukum

Proyek Siluman Kembali Gentayangan di Desa Meddelan

Minggu, 25 Jan 2026 - 14:43 WIB