Dugaan Pemotongan PKH Pakondang Kian Mengerucut: Nama MH Mencuat, Warga Curiga Ada Jaringan Oknum

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 7 Desember 2025 - 22:31 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Warga mendesak pemerintah desa, pendamping PKH, hingga Dinsos Sumenep untuk mengusut tuntas jaringan dugaan pelaku pemotongan.

“Kalau ada lebih dari satu oknum yang bermain, semuanya harus dibongkar. Hak kami harus diterima penuh tanpa potongan,”tegas salah satu KPM.

Tokoh Pemuda: ‘Ini Perbuatan Biadab, Tidak Bermoral’

Tokoh pemuda Pakondang, Imam Mustain Ramli, memastikan bahwa kasus ini telah dilaporkan secara resmi ke Kejaksaan Negeri Sumenep.

“Kami sudah sampaikan secara resmi. Dan dalam waktu dekat, bukti baru akan kami serahkan. Ada temuan yang semakin memperkuat dugaan keterlibatan MH,” ujarnya.

Baca Juga :  Tak Kapok Disanksi, SPPG Lenteng Timur 3 Bagikan Menu MBG Bau dan Blokir Kontak Wartawan Saat Konfirmasi

Kami berharap Kepala Kejari yang baru membuka kasus ini selebar-lebarnya. Jangan ada yang ditutup-tutupi,” ucapnya.

“Ini perbuatan biadab. Tidak bermoral. Mengambil hak orang miskin adalah kejahatan. Jika MH atau siapapun terbukti terlibat, harus ditindak tegas,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa minimnya literasi masyarakat tentang mekanisme PKH kerap dimanfaatkan oknum tertentu.

Imam juga mendesak agar seluruh KPM segera mencetak rekening koran dan meminta pendamping PKH menghadirkan pihak bank ke desa.

Baca Juga :  Beroperasi Tanpa Kelengkapan Sertifikasi, SPPG Lenteng Timur 3 Dipertanyakan: Ini Program Negara atau Uji Coba?

“Kalau diperiksa menyeluruh, akan terlihat jelas apakah hanya Rahema, MH, atau ada oknum lain. Semua harus terbuka,” jelasnya

Diberitakan sebelumnya, pada Senin, 24 November 2025, sejumlah warga Pakondang mengajukan pengaduan masyarakat (Dumas) terkait dugaan pemotongan bantuan PKH yang disebut telah berlangsung bertahun-tahun.

“Kami datang ke Kejari untuk mencari keadilan. Ini hak rakyat miskin, tidak boleh dipotong oleh siapa pun,” kata Imam Mustain.

Berita Terkait

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu
Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan
Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian
Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional
BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG
SPPG Tanjungjaya Disorot! Limbah Busuk Diduga Cemari Permukiman, Warga Desak Pemerintah Segera Bertindak
Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman
Diduga Gadaikan Mobil Masih Kredit, Seorang Perempuan Dilaporkan ke Polres Garut

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:54 WIB

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu

Rabu, 9 September 2026 - 12:45 WIB

Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan

Kamis, 30 Juli 2026 - 05:46 WIB

Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:14 WIB

Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:35 WIB

BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG

Berita Terbaru