Kasus Gadai Emas di Gayam Masuk Tahap Krusial, Polisi Siapkan Gelar Perkara

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 24 April 2026 - 21:43 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Jatim Kita – Penanganan dugaan kasus gadai emas yang melibatkan Koperasi BMT-UGT Nusantara Cabang Gayam memasuki tahap krusial.

Polsek Sapudi memastikan perkara tersebut segera dibawa ke forum gelar perkara guna menentukan arah proses hukum selanjutnya.

Kanit Reskrim Polsek Sapudi, Rizal Afandi, mengatakan penyelidikan (lidik) hampir rampung. Saat ini, penyidik hanya perlu melengkapi keterangan dari satu saksi.

“Perkara ini sudah di tahap akhir penyelidikan. Tinggal satu saksi yang akan kami mintai keterangan, setelah itu langsung kami ajukan ke gelar perkara,” tegas Rizal saat dikonfirmasi tim media, Selasa (22/4/2026).

Baca Juga :  Diduga Menyalahi Aturan, Aktivis Desak BGN Tindak Tegas SPPG Saronggi Sesuai Aturan 

Menurutnya, gelar perkara menjadi forum penting untuk menguji konstruksi hukum, termasuk menilai apakah kasus tersebut memenuhi unsur pidana dan layak ditingkatkan ke tahap penyidikan.

“Di gelar perkara nanti akan kami uji seluruh unsur. Dari situ akan ditentukan apakah naik ke penyidikan atau masih perlu pendalaman,” ujarnya.

Rizal menegaskan, kehati-hatian menjadi prinsip utama agar setiap langkah memiliki dasar hukum yang kuat.

Baca Juga :  SPPG Pakamban Laok 2 Masuk dalam Daftar Suspend BGN

“Kami tidak ingin terburu-buru tanpa kelengkapan unsur. Semua harus jelas, baik secara formil maupun materiil, agar penanganan perkara tidak bermasalah di tahap berikutnya,” katanya.

Ia juga memastikan percepatan penanganan terus diupayakan melalui koordinasi internal.

“Kami dorong secepatnya, tetapi tetap sesuai prosedur. Penanganan perkara harus profesional dan akuntabel,” tambahnya.

Sementara itu, kasus ini dilaporkan oleh Heri Normansyah (41), warga Kecamatan Nonggunong, yang mengaku mengalami kerugian sekitar Rp200 juta dalam transaksi gadai emas di koperasi tersebut.

Berita Terkait

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu
Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan
Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian
Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional
BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG
SPPG Tanjungjaya Disorot! Limbah Busuk Diduga Cemari Permukiman, Warga Desak Pemerintah Segera Bertindak
Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman
Diduga Gadaikan Mobil Masih Kredit, Seorang Perempuan Dilaporkan ke Polres Garut

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:54 WIB

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu

Rabu, 9 September 2026 - 12:45 WIB

Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan

Kamis, 30 Juli 2026 - 05:46 WIB

Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:14 WIB

Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:35 WIB

BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG

Berita Terbaru