Jusuf Rizal Menilai Ketum APBMI Mau Monopoli di Pelabuhan, Bukan Koperasi TKBM

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 6 November 2025 - 21:56 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

“Mereka mau usir pekerja dan buruh anggota Koperasi TKBM kemudian digantikan, bisa saja ambil TKA China. APBMI diduga memanfaatkan Dirjen Muhammad Masyhud dan Direktur Budi Mantoro Dikementerian Perhubungan serta Kepala KSO disetiap Pelabuhan,” tegas Jusuf Rizal Ketum Ormas Masyarakat Madura Asli (Madas) Nusantara yang memiliki PUK TKBM.

Tidak hanya sampai disitu, Jusuf Rizal menduga kuat ada grand design dan mensrea dengan membenturkan antar serikat pekerja dan buruh agar kartel dan oligarki bisa kuasai Pelabuhan dengan mudah. Juswandi melakukan Politik adu domba (devide at impera). Ini membahayakan masa depan pekerja dan buruh di seluruh Pelabuhan. Selain juga membahayakan keamanan, politik dan ekonomi

Baca Juga :  Diduga Abaikan Standar Sanitasi Program Makan Bergizi Gratis, Badan Gizi Nasional Suspensi Sepuluh SPPG di Sumenep 

Lebih lanjut menurut Presiden LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) itu, menyebutkan para pekerja dan buruh di pelabuhan itu jumlahnya ratusan ribu. Jangan sampai gara-gara ulah Ketum APBMI, Juswandi para pekerja dan buruh ikut berang turun ke jalan. Karena jika menyangkut urusan perut, rakyat bisa gelap mata dan cari Juswandi. Sementara Prabowo fokus agar tidak ada rakyat yang kehilangan kerja.

Baca Juga :  Hari Sumpah Pemuda ke-97, Presiden RI: Pemuda Berani Bermimpi Besar dan Tidak Takut Gagal

“Menyikapi hal tersebut, PUK Madas Nusantara-FSPTSI-KSPSI akan mengirimkan surat ke Juswandi minta klarifikasi atas pernyataannya. Jangan main-main kami orang keras yang hidup berkeringat di terik matahari Pelabuhan. Jangan Juswandi enak-enak duduk di ruang ber-AC, seenaknya ngobok-ngobok pekerjaan di Pelabuhan. Bisa berdarah itu,” tegas Jusuf Rizal

Apakah Koperasi TKBM Pelabuhan memonopoli pekerjaan di Pelabuhan, seperti tuduhan Ketum APBMI, Juswandi?

Penulis : Bro Tommy

Editor : Mufti Che

Berita Terkait

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu
Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan
Bupati Sumenep Kawal Langsung Penguatan Transportasi Laut untuk Masyarakat Kepulauan
Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian
Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional
BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG
Lawan Mafia Pangan, Kementan Tegaskan Komitmen Lindungi Petani dan Konsumen
SPPG Tanjungjaya Disorot! Limbah Busuk Diduga Cemari Permukiman, Warga Desak Pemerintah Segera Bertindak

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:54 WIB

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu

Rabu, 9 September 2026 - 12:45 WIB

Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 20:06 WIB

Bupati Sumenep Kawal Langsung Penguatan Transportasi Laut untuk Masyarakat Kepulauan

Kamis, 30 Juli 2026 - 05:46 WIB

Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:14 WIB

Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional

Berita Terbaru