Keluarga Pasien Meninggal Desak Copot Pimpinan Puskesmas Bluto, Ini Respon Kadinkes P2KB Sumenep

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 1 Desember 2025 - 21:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, Jatimkita.id – Kasus meninggalnya pasien berinisial H, warga Desa Bluto, pada Senin 24 November 2025, kembali memantik perhatian publik. Dugaan adanya kelalaian tenaga kesehatan Puskesmas Bluto membuat sejumlah pihak mendesak agar pimpinan puskesmas segera dicopot.

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Taretan Legal Justitia menjadi salah satu pihak yang paling vokal menyoroti insiden ini. Ketua LBH, Zainurrosi, menyayangkan absennya perwakilan Puskesmas Bluto dalam audiensi bersama Dinas Kesehatan P2KB Sumenep yang berlangsung pada Jumat, 28 November 2025.

Baca Juga :  Keluhan MBG Berbau Menguat, Publik Tagih Tanggung Jawab SPPG Lebeng Timur

“Audiensi ini sangat penting, tapi tidak dihadiri Puskesmas Bluto. Padahal peristiwa tersebut terjadi di sana. Ini memunculkan dugaan adanya upaya perlindungan dari Dinkes,”ujarnya saat ditemui pada Senin (1/12/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Zainurrosi juga menekankan bahwa tindakan tegas terhadap pimpinan puskesmas diperlukan agar kasus serupa tidak kembali terulang.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan P2KB Sumenep, Elliay Fardasah, menjelaskan bahwa pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk langsung memberhentikan kepala puskesmas. Menurutnya, prosedur kepegawaian harus tetap ditaati.

Baca Juga :  Diduga Gadaikan Mobil Masih Kredit, Seorang Perempuan Dilaporkan ke Polres Garut

“Kami adalah OPD pembina, sehingga langkah pemecatan tidak bisa serta-merta dilakukan. Proses pembinaan harus menjadi tahap awal,” tegasnya.

Meski begitu, Elliay menegaskan bahwa Dinkes P2KB akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan di Puskesmas Bluto, termasuk mengkaji dugaan kelalaian tenaga medis dalam menangani pasien tersebut.

Masyarakat berharap proses evaluasi ini berjalan transparan, sekaligus menjadi momentum perbaikan kualitas layanan kesehatan di Kabupaten Sumenep.

Berita Terkait

Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman
Diduga Gadaikan Mobil Masih Kredit, Seorang Perempuan Dilaporkan ke Polres Garut
Kasus Pemukulan Pria Asal Lenteng Naik Penyidikan, Polisi Kantongi Dua Alat Bukti ‎
Pimpinan BMT-UGT Nusantara Cabang Gayam Memilih Bungkam atas Dugaan Sengketa Gadai Emas Rp200 Juta Jadi Sorotan
Kasus Gadai Emas di Gayam Masuk Tahap Krusial, Polisi Siapkan Gelar Perkara
Kasus Kades Pragaan Daya Terkait Dugaan Pengelolaan Dana Desa Bermasalah, Jadi Alarm Keras bagi Pemerintah Desa di Sumenep
Kerugian Negara Mencapai Rp500 Juta Lebih, Kejari Sumenep Tahan Kades Pragaan Daya Terkait Dugaan Korupsi
Fakta dari Camat dan Wali Murid Menguat, SPPG Syita Ananta dan Kepala Sekolah Dipertanyakan Publik

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:55 WIB

Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:02 WIB

Diduga Gadaikan Mobil Masih Kredit, Seorang Perempuan Dilaporkan ke Polres Garut

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:42 WIB

Kasus Pemukulan Pria Asal Lenteng Naik Penyidikan, Polisi Kantongi Dua Alat Bukti ‎

Selasa, 28 April 2026 - 22:27 WIB

Pimpinan BMT-UGT Nusantara Cabang Gayam Memilih Bungkam atas Dugaan Sengketa Gadai Emas Rp200 Juta Jadi Sorotan

Jumat, 24 April 2026 - 21:43 WIB

Kasus Gadai Emas di Gayam Masuk Tahap Krusial, Polisi Siapkan Gelar Perkara

Berita Terbaru