Penerima Bantuan Modal Usaha Kecil Apresiasi Pemprov Jatim Hingga Ungkap Dugaan Permintaan Komisi

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 19 Desember 2025 - 21:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, Jatimkita.id – Program bantuan permodalan KIP JAWARA (Kewirausahaan Inklusif Produktif Jawa Timur Sejahtera) yang digulirkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali direalisasikan di Kabupaten Sumenep. Namun, di balik penyaluran bantuan tersebut, muncul dugaan praktik pungutan yang mencoreng tujuan program.

Penyaluran bantuan dilakukan melalui Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan Dinas Sosial Kabupaten Sumenep, Selasa (16/12/2025). Setiap penerima memperoleh bantuan modal usaha tunai sebesar Rp3 juta.

Selain KIP JAWARA, Pemprov Jatim juga menyalurkan program Jatim Puspa, berupa bantuan barang produktif yang difokuskan pada pemberdayaan ekonomi perempuan prasejahtera.

Salah satu penerima bantuan di Sumenep, yang meminta identitasnya dirahasiakan, mengaku bersyukur atas bantuan tersebut. Ia menilai program ini sangat membantu pelaku usaha kecil yang tengah merintis usaha.

“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Sumenep. Bantuan ini sangat berarti untuk usaha kecil kami,” ujarnya kepada tim media, Jumat (19/12/2025).

Baca Juga :  Diduga Salurkan MBG Tak Layak Konsumsi, Warga Marengan Daya Keluhkan Kinerja SPPG

Namun, rasa syukur itu berubah menjadi kegelisahan. Ia mengungkapkan adanya permintaan uang sebesar Rp500 ribu oleh oknum petugas saat proses pencairan dana bantuan, dengan alasan sebagai bentuk “ucapan terima kasih” karena telah membantu kelancaran proses.

“Tidak ada penjelasan sebelumnya soal biaya atau potongan apa pun. Permintaan itu baru muncul setelah dana cair,” katanya.

Menurutnya, situasi tersebut membuat para penerima bantuan berada dalam posisi tertekan dan serba salah.

Berita Terkait

Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman
Diduga Gadaikan Mobil Masih Kredit, Seorang Perempuan Dilaporkan ke Polres Garut
Kasus Pemukulan Pria Asal Lenteng Naik Penyidikan, Polisi Kantongi Dua Alat Bukti ‎
Pimpinan BMT-UGT Nusantara Cabang Gayam Memilih Bungkam atas Dugaan Sengketa Gadai Emas Rp200 Juta Jadi Sorotan
Kasus Gadai Emas di Gayam Masuk Tahap Krusial, Polisi Siapkan Gelar Perkara
Kasus Kades Pragaan Daya Terkait Dugaan Pengelolaan Dana Desa Bermasalah, Jadi Alarm Keras bagi Pemerintah Desa di Sumenep
Kerugian Negara Mencapai Rp500 Juta Lebih, Kejari Sumenep Tahan Kades Pragaan Daya Terkait Dugaan Korupsi
Fakta dari Camat dan Wali Murid Menguat, SPPG Syita Ananta dan Kepala Sekolah Dipertanyakan Publik

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:55 WIB

Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:02 WIB

Diduga Gadaikan Mobil Masih Kredit, Seorang Perempuan Dilaporkan ke Polres Garut

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:42 WIB

Kasus Pemukulan Pria Asal Lenteng Naik Penyidikan, Polisi Kantongi Dua Alat Bukti ‎

Selasa, 28 April 2026 - 22:27 WIB

Pimpinan BMT-UGT Nusantara Cabang Gayam Memilih Bungkam atas Dugaan Sengketa Gadai Emas Rp200 Juta Jadi Sorotan

Jumat, 24 April 2026 - 21:43 WIB

Kasus Gadai Emas di Gayam Masuk Tahap Krusial, Polisi Siapkan Gelar Perkara

Berita Terbaru