Aroma Intervensi ASN Kian Menyengat di Musda IV PKBM Garut, PWMOI Jabar Desak Pemda Bertindak Cepat

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 11 Desember 2025 - 21:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut, Jatimkita.id – Ketegangan dalam Musyawarah Daerah (Musda) IV Forum Komunitas PKBM Kabupaten Garut semakin memanas. Sejumlah laporan yang masuk dari panitia dan pendukung calon nomor urut 2, Elsa Wiganda, mengungkap dugaan intervensi dan praktik keberpihakan yang dinilai mencederai proses demokrasi di lingkungan organisasi pendidikan tersebut.

Pihak Elsa menilai sejak awal terdapat upaya sistematis yang menghambat ruang komunikasinya, termasuk ketidakterlibatannya dalam sebuah pertemuan penting dengan Ketua DPW Jawa Barat. Sebaliknya, calon lain hadir bersama mantan ketua forum berinisial H, yang diduga mengarahkan alur komunikasi secara sepihak.

Baca Juga :  Rahema Ketua Kelompok PKH Pakondang Ancam KPM agar Tidak Protes, Uang Diduga Hasil Pemotongan Kabarnya Dikembalikan?

Beberapa panitia mengaku kepada wartawan bahwa Elsa dianggap “tidak sejalan” dengan mantan ketua forum sehingga tidak memperoleh akses yang sama. Sumber internal bahkan menyebut Elsa dinilai sulit “dikendalikan”, sementara sejumlah unsur pemerintah daerah justru memberikan dukungan moral karena menilai rekam jejaknya bersih dan profesional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Situasi makin keruh setelah muncul dugaan “cawe-cawe” seorang oknum ASN P3K berinisial D, yang disebut menjabat sebagai Sekretaris Umum FK PKBM Garut. Oknum tersebut dituding mendorong panitia agar meloloskan calon tertentu dan dikaitkan dengan isu adanya janji “nominal” guna mempengaruhi proses Musda.

Baca Juga :  Diduga Gadaikan Mobil Masih Kredit, Seorang Perempuan Dilaporkan ke Polres Garut

Informasi lanjutan menyebut D—yang diduga merupakan bawahan seorang pejabat di dinas pendidikan—turut melakukan “pengondisian” ke lapangan untuk memengaruhi dinamika pemilihan.

Hingga kini, seluruh dugaan tersebut masih berupa klaim yang membutuhkan klarifikasi resmi, namun rangkaian laporan yang masuk menunjukkan adanya keganjilan dalam proses Musda.

Berita Terkait

Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman
Diduga Gadaikan Mobil Masih Kredit, Seorang Perempuan Dilaporkan ke Polres Garut
Kasus Pemukulan Pria Asal Lenteng Naik Penyidikan, Polisi Kantongi Dua Alat Bukti ‎
Pimpinan BMT-UGT Nusantara Cabang Gayam Memilih Bungkam atas Dugaan Sengketa Gadai Emas Rp200 Juta Jadi Sorotan
Kasus Gadai Emas di Gayam Masuk Tahap Krusial, Polisi Siapkan Gelar Perkara
Kasus Kades Pragaan Daya Terkait Dugaan Pengelolaan Dana Desa Bermasalah, Jadi Alarm Keras bagi Pemerintah Desa di Sumenep
Kerugian Negara Mencapai Rp500 Juta Lebih, Kejari Sumenep Tahan Kades Pragaan Daya Terkait Dugaan Korupsi
Fakta dari Camat dan Wali Murid Menguat, SPPG Syita Ananta dan Kepala Sekolah Dipertanyakan Publik

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:55 WIB

Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:02 WIB

Diduga Gadaikan Mobil Masih Kredit, Seorang Perempuan Dilaporkan ke Polres Garut

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:42 WIB

Kasus Pemukulan Pria Asal Lenteng Naik Penyidikan, Polisi Kantongi Dua Alat Bukti ‎

Selasa, 28 April 2026 - 22:27 WIB

Pimpinan BMT-UGT Nusantara Cabang Gayam Memilih Bungkam atas Dugaan Sengketa Gadai Emas Rp200 Juta Jadi Sorotan

Jumat, 24 April 2026 - 21:43 WIB

Kasus Gadai Emas di Gayam Masuk Tahap Krusial, Polisi Siapkan Gelar Perkara

Berita Terbaru