Alarm Bahaya MBG di SPPG Lenteng Barat: Makanan Diduga Busuk Lolos dari Pengawasan

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 6 Maret 2026 - 00:04 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Namun persoalan ini memunculkan pertanyaan yang jauh lebih serius. Dalam standar operasional dapur MBG, setiap makanan seharusnya melalui proses pengawasan dan pengecekan sebelum didistribusikan ke sekolah.

Biasanya, menu yang akan dibagikan telah diperiksa oleh tim dapur yang terdiri dari ahli gizi, food handler, hingga chef yang bertanggung jawab atas kualitas dan keamanan makanan.

Pertanyaannya kini menjadi sangat mendasar: bagaimana mungkin makanan yang diduga sudah busuk bisa lolos dari proses pengawasan tersebut dan sampai ke tangan siswa?

Baca Juga :  Melalui Ahmad Rasul Hariz, Kadisdik Sumenep Memberikan Penghargaan Kepada Para Pemenang Juara ISCO MIPA Sumenep 2025

Jika memang prosedur pengecekan dilakukan secara ketat, seharusnya makanan dengan kondisi berbau, rusak, atau tidak layak konsumsi tidak pernah keluar dari dapur produksi.

Karena itu, kasus ini tidak sekadar soal keluhan wali murid yang viral. Ini menyentuh integritas sistem pengawasan dalam program MBG yang menyangkut kesehatan anak-anak. Dengan demikian Badan Gizi Nasional Republik Indonesia sudah melarang SPPG mendistribusikan makan yang busuk, dan lengkap dengan sanksinya.

Program MBG yang menggunakan anggaran besar seharusnya menjamin makanan yang aman, segar, dan layak konsumsi. Ketika justru muncul dugaan makanan busuk beredar di sekolah, publik berhak mempertanyakan kinerja pengawasan dan tanggung jawab pihak pelaksana.

Baca Juga :  Wali Murid Murka Menu MBG Disebut Bau, Kepala SPPG Lebeng Timur Memilih Bungkam

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak SPPG Lenteng Barat maupun Yayasan Darul Arqom terkait keluhan yang viral tersebut.

Yang pasti, bagi para orang tua siswa, persoalannya sederhana namun serius: anak-anak mereka seharusnya menerima makanan bergizi, bukan makanan yang berpotensi membahayakan kesehatan mereka.

Berita Terkait

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu
Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan
Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian
Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional
BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG
SPPG Tanjungjaya Disorot! Limbah Busuk Diduga Cemari Permukiman, Warga Desak Pemerintah Segera Bertindak
Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman
Diduga Gadaikan Mobil Masih Kredit, Seorang Perempuan Dilaporkan ke Polres Garut

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:54 WIB

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu

Rabu, 9 September 2026 - 12:45 WIB

Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan

Kamis, 30 Juli 2026 - 05:46 WIB

Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:14 WIB

Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:35 WIB

BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG

Berita Terbaru