Program MBG di Sumenep Diterpa Isu Kesehatan dan Dugaan Upaya Bungkam Media

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 2 Februari 2026 - 11:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Jatimkita.id – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) Pakamban Laok 2, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, kembali menuai sorotan tajam publik. Program yang semestinya menjamin kesehatan peserta didik justru diduga menyisakan persoalan serius.

Sejumlah masalah mencuat ke permukaan, mulai dari keluhan kesehatan siswa hingga sikap pengelola SPPG yang dinilai tertutup dan menghindari konfirmasi media.

Sebelumnya, sejumlah wali murid RA Hidayatut Thalibin (RA HT) dilaporkan menolak pendistribusian MBG. Tak hanya itu, beredar pula informasi bahwa beberapa siswa mengalami gangguan kesehatan berupa diare setelah mengonsumsi makanan dari program tersebut.

Ironisnya, hingga kini pihak pengelola SPPG Pakamban Laok 2 belum memberikan penjelasan resmi terkait dugaan tersebut.

Wartawan Sumenep, Imam Kachonk, menilai pengelola SPPG Pakamban Laok 2 tidak menunjukkan itikad baik dalam menjunjung prinsip transparansi publik.

“Dalam beberapa hari terakhir, isu MBG ini terus bergulir. Ada dugaan siswa mengalami diare dan adanya penolakan dari wali murid. Namun saat media meminta klarifikasi, pihak SPPG justru terkesan menghindar,” ujar Imam, Senin (2/2/2026).

Baca Juga :  Dari 89 SPPG, 13 Dilaporkan Cemari Lingkungan: DLH Sumenep Lakukan Inspeksi dan Penindakan

Menurutnya, kepala SPPG Pakamban Laok 2 sama sekali tidak merespons upaya konfirmasi, meskipun telah dihubungi berulang kali oleh sejumlah wartawan.

Situasi tersebut dinilai semakin mencurigakan ketika isu MBG ramai diberitakan dan menjadi perbincangan luas di media sosial. Alih-alih memberikan klarifikasi terbuka, pihak pengelola justru disebut mendekati wartawan dengan dalih silaturahmi.

Berita Terkait

Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian
Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional
BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG
SPPG Tanjungjaya Disorot! Limbah Busuk Diduga Cemari Permukiman, Warga Desak Pemerintah Segera Bertindak
Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman
Diduga Gadaikan Mobil Masih Kredit, Seorang Perempuan Dilaporkan ke Polres Garut
Kasus Pemukulan Pria Asal Lenteng Naik Penyidikan, Polisi Kantongi Dua Alat Bukti ‎
Pimpinan BMT-UGT Nusantara Cabang Gayam Memilih Bungkam atas Dugaan Sengketa Gadai Emas Rp200 Juta Jadi Sorotan

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 05:46 WIB

Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:14 WIB

Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:35 WIB

BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG

Minggu, 24 Mei 2026 - 00:01 WIB

SPPG Tanjungjaya Disorot! Limbah Busuk Diduga Cemari Permukiman, Warga Desak Pemerintah Segera Bertindak

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:55 WIB

Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman

Berita Terbaru

Opini

Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib?

Senin, 3 Agu 2026 - 19:57 WIB