Kepala Desa dan Dana BUMDes: Dari Amanah ke Dugaan Penyimpangan

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 18 Januari 2026 - 20:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Jatimkita.id – Moral publik kembali dipertaruhkan. Idealisme aktivisme desa runtuh ketika kepala desa yang seharusnya menjadi benteng terakhir kesejahteraan rakyat justru terseret dalam dugaan pusaran korupsi dana BUMDes tahun 2025.

Fenomena ini seolah membenarkan kebijakan pengetatan hingga pemangkasan Dana Desa (DD) oleh pemerintah pusat. Sebab, dana yang sejatinya diperuntukkan bagi pemberdayaan masyarakat desa justru disinyalir berubah menjadi ladang bancakan oknum penguasa desa.

Kasus BUMDes Meddelan, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kini menjadi sorotan tajam publik. Program pengadaan ternak kambing yang digagas BUMDes tersebut diduga menghabiskan anggaran ratusan juta rupiah bersumber dari 20 persen APBDes namun hasilnya dinilai janggal dan tak masuk akal.

Baca Juga :  Bantuan Handtraktor Poktan Surya Tani Diduga Raib, Warga: Tak Pernah Dipakai Sejak 2021

Hasil penelusuran awak media mengungkap dugaan praktik kotor dalam proses pengadaan. Dana fantastis itu disebut-sebut hanya berujung pada pembelian 16 ekor kambing beserta pembangunan kandang. Angka yang jelas mengundang tanda tanya besar.

Baca Juga :  Program MBG di Sumenep Diterpa Isu Kesehatan dan Dugaan Upaya Bungkam Media

Lebih mencengangkan, Ketua BUMDes Meddelan, Asmuni, secara terbuka mengaku tidak mengetahui proses pengadaan tersebut. Ia bahkan menyebut dana BUMDes tidak pernah berada dalam kendalinya. Pengelolaan dana itu diduga kuat dikontrol langsung oleh Kepala Desa Meddelan.

Pakar komunikasi politik, Nanik Farida, menilai pengakuan tersebut sebagai sinyal serius adanya penyimpangan kewenangan. Menurutnya, jika kepala desa terbukti ikut mengendalikan dan menyalahgunakan dana BUMDes, maka ia wajib bertanggung jawab secara hukum dan moral.

Berita Terkait

Somasi Tak Digubris, Pemilik Akun TikTok @Juan Kurniawan Resmi Dilaporkan ke Polres Sumenep
Pasca Disuspend BGN, MBG SPPG Pakamban Laok 2 Sumenep Kembali Disorot: Menu Minim, Transparansi Dipertanyakan
Sekolah Sudah Banyak Libur, MBG Baru Mau Dibagikan: Koordinasi SPPG Pakamban Laok 2 Dikritik
Diduga Hina Profesi Jurnalis, Akun Tik Tok @Juan Kurniawan Diminta Klarifikasi Terbuka atau Siap Hadapi Proses Hukum
Menu MBG SPPG Darul Arqom Diduga Busuk Lolos Distribusi, Warga Meminta BGN dan Korwil Sumenep Segera Mengambil Tindakan Tegas
Skandal Dugaan Setoran PKBM Garut Mencuat, Dana Diduga Mengalir ke Tipikor
SPPG Pakamban Laok 2 Disuspend BGN, Tokoh Pemuda Desak Audit Total Program MBG
Alarm Bahaya MBG di SPPG Lenteng Barat: Makanan Diduga Busuk Lolos dari Pengawasan

Berita Terkait

Kamis, 12 Maret 2026 - 14:32 WIB

Somasi Tak Digubris, Pemilik Akun TikTok @Juan Kurniawan Resmi Dilaporkan ke Polres Sumenep

Rabu, 11 Maret 2026 - 13:19 WIB

Pasca Disuspend BGN, MBG SPPG Pakamban Laok 2 Sumenep Kembali Disorot: Menu Minim, Transparansi Dipertanyakan

Selasa, 10 Maret 2026 - 15:43 WIB

Sekolah Sudah Banyak Libur, MBG Baru Mau Dibagikan: Koordinasi SPPG Pakamban Laok 2 Dikritik

Senin, 9 Maret 2026 - 14:59 WIB

Diduga Hina Profesi Jurnalis, Akun Tik Tok @Juan Kurniawan Diminta Klarifikasi Terbuka atau Siap Hadapi Proses Hukum

Minggu, 8 Maret 2026 - 21:54 WIB

Menu MBG SPPG Darul Arqom Diduga Busuk Lolos Distribusi, Warga Meminta BGN dan Korwil Sumenep Segera Mengambil Tindakan Tegas

Berita Terbaru