Penyertaan Modal 20 Persen Sekitar Rp168 Juta untuk Pengadaan 16 Ekor Kambing, BUMDes Meddelan Dipertanyakan?

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 17 Januari 2026 - 21:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Jatimkita.id – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Meddelan, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur kembali menjadi sorotan tajam publik. Dugaan kejanggalan pengelolaan dana ketahanan pangan yang bersumber dari penyertaan modal 20 persen Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2025 kian menguat setelah nilai anggaran resmi terungkap.

Berdasarkan dokumen APBDes Desa Meddelan Tahun Anggaran 2025, penyertaan modal BUMDes yang bersumber dari Dana Desa 20 persen tercatat sekitar Rp168 juta. Anggaran tersebut dialokasikan untuk program ketahanan pangan berupa pengadaan ternak kambing yang dikelola oleh BUMDes Meddelan.

Baca Juga :  Sikap Tidak Profesional: Kepala Dapur MBG Nurul Islam Tuding Jurnalis “Cari Uang” Saat Tanya Soal Menu

Namun, fakta di lapangan justru tidak sebanding dengan besarnya anggaran yang digelontorkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hasil investigasi Jatimkita.id menemukan bahwa jumlah kambing yang dibeli oleh BUMDes Meddelan hanya 16 ekor, dengan kondisi saat ini tersisa 15 ekor, sementara satu ekor dilaporkan mati.

Jika mengacu pada harga pasar kambing di wilayah Kabupaten Sumenep yang berkisar antara Rp1.000.000 hingga Rp3.000.000 per ekor, dengan asumsi harga rata-rata Rp2.000.000 per ekor, maka total belanja kambing diperkirakan hanya sekitar Rp32.000.000.

Baca Juga :  Menu MBG Bau Lolos ke Meja Siswa, SPPG Talang Yayasan Syita Ananta Didesak Bertanggung Jawab

Sementara itu, biaya pembangunan kandang ternak berdasarkan penelusuran di lapangan ditaksir maksimal tidak lebih dari Rp20.000.000.

Dengan demikian, total kebutuhan anggaran pengadaan ternak kambing beserta sarana pendukungnya hanya sekitar Rp52.000.000. Artinya, terdapat selisih anggaran sekitar Rp116.000.000 yang hingga kini tidak jelas peruntukannya.

Berita Terkait

Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian
Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional
BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG
SPPG Tanjungjaya Disorot! Limbah Busuk Diduga Cemari Permukiman, Warga Desak Pemerintah Segera Bertindak
Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman
Diduga Gadaikan Mobil Masih Kredit, Seorang Perempuan Dilaporkan ke Polres Garut
Kasus Pemukulan Pria Asal Lenteng Naik Penyidikan, Polisi Kantongi Dua Alat Bukti ‎
Pimpinan BMT-UGT Nusantara Cabang Gayam Memilih Bungkam atas Dugaan Sengketa Gadai Emas Rp200 Juta Jadi Sorotan

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 05:46 WIB

Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:14 WIB

Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:35 WIB

BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG

Minggu, 24 Mei 2026 - 00:01 WIB

SPPG Tanjungjaya Disorot! Limbah Busuk Diduga Cemari Permukiman, Warga Desak Pemerintah Segera Bertindak

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:55 WIB

Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman

Berita Terbaru

Opini

Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib?

Senin, 3 Agu 2026 - 19:57 WIB