Menu MBG Batuputih Diklarifikasi, Pihak SPPG Pastikan Evaluasi Bersama Yayasan 

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 13 Februari 2026 - 13:07 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Jatimkita.id – Polemik terkait temuan ulat pada menu sayur dan buah dalam program MBG di SPPG Batuputih memicu perhatian publik. Kepala SPPG Batuputih Yayasan Alif Batuputih, Moh. Fawaid, akhirnya memberikan klarifikasi resmi, sekaligus menegaskan bahwa proses pengadaan bahan pangan sepenuhnya berada di bawah kendali pihak yayasan yang juga berperan sebagai mitra dapur sekaligus supplier.

Dalam keterangannya, Moh. Fawaid menjelaskan bahwa proses penerimaan bahan dilakukan oleh petugas operasional sesuai prosedur yang berlaku. Ia menyebutkan, “Pada hari Selasa tanggal 6, penerimaan bahan dilakukan oleh PLOK penata layanan operasional keuangan SPPG Alif Batuputih dengan bahan yang tersedia pada saat jam 15.00–20.00, perkiraan bahan datang,” jelasnya, Kamis (12/2/2026).

Baca Juga :  Kehadiran Perusahaan Rokok Lokal Bantu Tingkatkan Kesejahteraan Petani Tembakau di Sumenep

Namun, ia menegaskan bahwa setelah proses awal tersebut, pengelolaan distribusi bahan sepenuhnya diambil alih oleh Yayasan Alif Batuputih. Hal ini menjadi sorotan utama karena yayasan tidak hanya bertindak sebagai pengelola program, tetapi juga sebagai pihak penyedia bahan pangan.

“Selebihnya itu masuknya barang ke SPPG diambil alih yayasan yang sekaligus sebagai supplier di SPPG Alif Batuputih. Kami memeriksa bahan yang datang sudah sesuai dengan keamanan dan kehigienisan barang,” ujar Fawaid.

Baca Juga :  SPPG Pakamban Laok 2 Masuk dalam Daftar Suspend BGN

Ia juga mengungkapkan bahwa pihak SPPG sebenarnya telah berulang kali mengingatkan mitra dapur agar tidak menyuplai bahan yang tidak segar. Menurutnya, risiko terbesar memang berada pada kualitas bahan sejak awal distribusi. “Kami sering kali mengingatkan mitra agar jangan sampai menyuplai bahan yang tidak segar, karena yang paling kami khawatirkan adalah kejadian seperti ini,” tegasnya.

Berita Terkait

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu
Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan
Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian
Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional
BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG
SPPG Tanjungjaya Disorot! Limbah Busuk Diduga Cemari Permukiman, Warga Desak Pemerintah Segera Bertindak
Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman
Diduga Gadaikan Mobil Masih Kredit, Seorang Perempuan Dilaporkan ke Polres Garut

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:54 WIB

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu

Rabu, 9 September 2026 - 12:45 WIB

Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan

Kamis, 30 Juli 2026 - 05:46 WIB

Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:14 WIB

Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:35 WIB

BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG

Berita Terbaru